Pengangguran Perparah Kondisi Kemiskinan Aceh

Pengangguran Perparah Kondisi Kemiskinan Aceh
BANDA ACEH | Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Dr. Eddy Gunawan mengungkapkan, faktor tingginya kemiskinan di Aceh salah satunya disebabkan karena tingginya angka pengangguran. Pada tahun 2015 tercatat angka pengangguran di Aceh menurut Eddy mencapai 9,93 persen, angka tersebut  di atas dari rata-rata nasional, yang  hanya 5,5 persen.

“Angka pengangguran di Aceh sangat besar, jauh di atas angka rata-rata nasional yang hanya 5,5 persen,” ujar Eddy, Rabu (24/8/2016).

Pernyataan itu disampaikan Eddy, saat menjadi pemateri pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh  Center for Publik Policy and Development Studies (CPDS@Aceh), dengan tema Urgensi Pemberdayaan Ekonomi Terhadap Perdamaian Aceh, di Warkop Banda Cafee, Jln. Prof. Ali Hasyimi Gampong Ilie, Banda Aceh.

Menurut Eddy, secara nasional Aceh menduduki peringkat ke empat tingkat pengangguran tertinggi, ia merujuk pada data yang dirilis oleh IdeAS pada Februari 2016 beberapa bulan lalu. Tingginya angka pengangguran tersebut, menurut Eddy disebabkan karena lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Akibatnya,  perusahaan-perusahaan tidak dapat merekrut mereka untuk menjadi pegawai atau karyawan lantaran tidak memenuhi syarat.

Belum lagi, kata Eddy, faktor pola pikir masyarakat yang belum banyak berubah, dia mencontohkan kecondongan berfikir masyarakat Aceh  agar setelah kuliah harus menjadi PNS. Ini menurutnya adalah pola pikir yang salah, dan berakibat pada bertambahnya angka pengangguran.  Pola pikir tersebut berbanding terbalik dengan negara-negara maju yang berlomba-lomba menjadi pengusaha, dan ditambah lagi dengan tidak rasionalnya pemerintah dalam mengatasi pengangguran, sehingga memperburuk setiap tahun angka kemiskinan di Aceh.
 
“Di negara-negara maju baru dianggap berhasil ketika mereka mampu menjadi pengusaha bukan menjadi PNS seperti mindset orang kita,” ujarnya.***

Komentar

Loading...