Pengakuan Bandar Narkoba, Beri Setoran 3 Oknum Polisi di Surabaya

Pengakuan Bandar Narkoba, Beri Setoran 3 Oknum Polisi di Surabaya
Ali Usman (rambut hitam) yang mengaku setor ke oknum polisi agar bisnis narkobanya lancar/Foto: Deny Prastyo Utomo
Penulis
Sumber
detik.com

MODUSACEH.CO I Tiga oknum polisi diamankan Paminal Mabes Polri karena terima setoran bandar narkoba. Ini pengakuan bandar narkoba yang menyetor sejumlah uang kepada oknum polisi tersebut?

Bandar narkoba itu adalah Ali Usman (30), warga Jalan Sidotopo Jaya, Surabaya. Ali biasa memasuk narkoba di kawasan gang wayang di Semampir seperti Jalan Bolodewo dan Jalan Kunti.

Ali memberikan uang ke oknum polisi untuk melanggengkan bisnis narkobanya. Ia selalu memberikan sejumlah uang kepada oknum polisi dengan istilah 'japrem' sebesar Rp 500 ribu-Rp 1 juta setiap amplop.

"Iya, (memberi amplop) japrem (jatah preman). Rp 1 juta, Rp 500 ribu," kata Ali di hadapan media saat rilis di Polrestabes Surabaya, Selasa (9/3/2021).

Ali mengaku memberikan setoran amplop berisi uang kepada oknum polisi untuk jatah per bulan. Jatah tersebut biasa ia berikan di dekat sekolah di kawasan Ampel. Dan japrem itu sudah berjalan selama enam bulan.

"Di sekolah di Ampel, sudah enam bulan. (Untuk) empat orang, biar aman. Iya (polisi sekitar situ)," ungkap Ali.

Kepada oknum polisi tersebut, Ali secara terus terang mengaku bahwa ia adalah bandar dan pengedar narkoba. Konsekuensinya adalah ia secara rutin per bulan harus menyetor sejumlah uang kepada para oknum tersebut.

"Saya sendiri yang bilang (kalau saya pengedar)," lanjut Ali. Selain menjadi bandar dan pengedar narkoba, Ali bekerja sebagai pedagang baju untuk kamuflase penghasilannya.

Ali ternyata mempunyai pistol saat rumahnya digeledah. Alu mengaku pistol tersebut dibelinya secara online seharga Rp 15 juta. Pistol tersebut dimiliki sejak 1 tahun lalu.

"Dibuat pajangan saja, sudah 2 tahun, dibeli secara online di Surabaya," kata Ali.

Meski baru 6 bulan menjadi bandar dan pengedar narkoba, Ali sudah bisa membeli dua mobil dan motor vespa baru. Semuanya dibeli secara cash.

Diberitakan sebelumnya, di tengah upaya polisi memberantas jaringan narkoba, ada saja oknum yang justru bermain dalam bisnis haram ini. Tiga personel di jajaran Polrestabes Surabaya diamankan paminal Mabes Polri dengan dugaan menerima setoran dari bandar narkoba.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Johnny Eddizon Isir membenarkan kasus tersebut. Isir berjanji akan menindak tegas oknum anggota yang terlibat. "Lagi kita proses, nggak ada kompromi, kita proses itu," kata Isir kepada detikcom, Selasa (9/3/2021).

Sementara itu, Waka Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo juga membenarkan jika ada tiga oknum personel yang terlibat kasus tersebut dan sudah diamankan Paminal Mabes Polri. "Iya sudah diamankan, minggu lalu," kata Hartoyo.

Hartoyo mengatakan tiga oknum tersebut adalah satu anggota Polsek Bubutan dan dua anggota Polsek Simokerto. Sempat beredar kabar jika yang diamankan adalah polisi perwira.

"Polsek Simokerto 2, Polsek Bubutan 1. Tidak ada (yang perwira)," lanjut Hartoyo.

"Itu perintah Pak Kapolres, Pak Kapolda tetap tidak ada kompromi untuk anggota yang terlibat narkoba. Nanti tetap kita periksa secara kode etik, nggak ada kompromi," tandas Hartoyo.***

Komentar

Loading...