Soal Dugaan Senjata Api

Pengakuan Akrim Berbeda dengan BB Yang Diserahkan Suyatno

Pengakuan Akrim Berbeda dengan BB Yang Diserahkan Suyatno
Ilustrasi senjata api (Foto: arah.com)

Banda Aceh | “Senjata api itu di laci saya. Kemudian diamankan oleh teman saya. Dia takut saya kalap. Jadi, tidak ada intimidasi menggunakan senjata api kepada Aidil Firmasyah,” ujar Akrim.

Begitu pengakuan Akrim kepada acehtrend.com, yang diwartakan 6 Januari 2020.

Menurut Akrim dia tak mengancam Aidil saat dibawa ke kantornya. Namun, Akrim mengaku punya senjata pribadi dan memiliki surat izin.

Pengakuan Akrim ini berbeda 180 derajat dari barang bukti (BB) yang diserahkan Suyatno, seorang oknum TNI-AD Kodim 0105/Aceh Barat kepada penyidik Polres Aceh Barat.

Seperti diwartakan sebelumnya, Suyatno adalah orang yang menjemput dan mengajak Aidil Firmansyah, wartawan MODUSACEH.CO, untuk bertemu Akrim di kantornya.

Baca: Terkait Teror dan Ancaman Akrim Terhadap Wartawan MODUSACEH.CO, Oknum TNI Bernama Suyatno Yang Jemput Aidil. 

Ketika itu, Suyatno menjamin bahwa Aidil tidak mengalami perbuatan kekerasan. Faktanya, begitu tiba di TKP, Aidil langsung mendapat teror dan ancaman pembunuhan dengan senjata api milik Akrim.

Melihat gelagat tidak sehat tadi, Aidil sempat protes kepada Suyatno, terkait jaminannya bahwa korban tidak mengalami perbuatan kekerasan. Itu sebabnya ungkap Aidil, begitu Akrim mengeluarkan senjata api laras pendek dari laci mejanya, Suyatno sempat protes kecil kepada Akrim dan melindungi dirinya.

Pengakuan Aidil, sesuai dengan penjelasan Akrim. “Senjata api itu di laci saya. Kemudian diamankan oleh teman saya. Dia takut saya kalap. Jadi, tidak ada intimidasi menggunakan senjata api kepada Aidil Firmasyah,” ujar Akrim.

Nah, ada tiga unsur pokok yang bisa diambil dari penjelasan Akrim. Pertama, dia sudah mengaku memiliki senjata api yang tersimpan di laci meja. Kedua, dia mengaku memiliki izin kepemilikan senjata api dan ketiga, dia mengaku senjata api tadi diamankan temanya (Suyatno, oknum prajurit TNI-AD), karena takut dia kalap.

Atas pengakuan dan penjelasan Aidil serta Akrim kepada penyidik Polres Aceh Barat. Aparat penegak hukum ini, melakukan konfrontir kepada Akrim.

Namun, dia mengaku hanya mancis gas berbentuk senjata api dan disimpan rekannya, Suyatno. Selanjutnya, saat diminta penyidik, Suyatno datang dan menyerahkan satu manjis gas berbentuk senjata api tersebut.

Muncul keanehan, kepada media siber acehtrend.com, Akrim mengaku memiliki senjata api laras pendek dan ada mengantongi izin. Senjata itu, diakui Akrim diamankan rekannya Suyatno, seorang prajurit TNI-AD dari Kodim 0105/Aceh Barat.

Aneh dan lucunya, saat diserahkan kepada penyidik Polres Aceh Barat, Suyatno justeru menyerahkan satu mancis berbentuk pistol. Mana yang benar?

Bisa jadi, begitu kasus dan peristiwa ini mencuat ke ranah hukum, ada "sutradara" yang mulai menyusun "naskah serta skenario" pengakuan Akrim. Dari senjata api beneran kepada mancis berbentuk senjata api. Waduh, kalau mau main sulap, yang lihai sedikit Bung!***

Komentar

Loading...