Untuk Kepastian Hukum

Pengacara Epong Reza Minta JPU Segera Limpahkan Berkas Perkara ke PN Bireuen

Pengacara Epong Reza Minta JPU Segera Limpahkan Berkas Perkara ke PN Bireuen
Epong Reza

Bireuen | Penasihat hukum M. Reza alias Epong Reza yakni, Ari Syahputra SH mengharapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera melimpahkan berkas perkara kliennya ke Pengadilan Negeri Bireuen untuk disidangkan.

“Berkas tahap kedua kasus wartawan media online di Bireuen yang terjerat perkara UU ITE tersebut, sebelumnya telah dilimpahkan ke kejaksaan Negeri Bireuen oleh polisi pada 11 Februari 2019 lalu,” sebut Ari Syaputra kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Dia melihat, sebenarnya kasus yang dihadapi kliennya itu merupakan sengketa pers dan harus diselesaikan melalui dewan pers. Bukan diselesaikan melalui tindak pidana UU ITE. Itu sebabnya dia meminta agar Kejaksaan Negeri Bireuen segera melimpahkan perkara itu ke pengadilan, supaya tidak berlarut-larut dan segera kliennya memiliki kepastian hukum.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bireuen, T. Hendra Gunawan SH kepada wartawan beberapa waktu lalu menyebutkan, pihaknya sedang memproses berkas perkara yang menjerat Epong Reza. “Kita harapkan dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke Pengadilan. Paling cepat minggu depan sudah dilimpahkan,” sebutnya.

Sekedar diketahui, M. Reza atau yang disapa Epong Reza terjerat perkara UU ITE menyusul laporan H Mukhlis, A.Md terkait kasus pencemaran nama baik, melalui penasehat hukumnya, Guntur Rambe, SH, MH pada 4 September 2018 lalu.

Pemilik akun media sosial faceebook atas nama Epong Reza diduga telah melakukan tindak pidana penghinaan/pencemaran nama baik di akun pribadinya.  Epong terjerat dengan UU ITE, sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) jo 45A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016. Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik.

Epong reza yang merupakan salah satu wartawan media online liputan Bireuen ditahan polisi sejak 21 Desember 2018 lalu, kemudian dipindahkan ke Rutan Bireuen, 13 Januari 2019 hingga saat ini. Dia juga berharap agar segera mendapatkan kepastian hukum atas tindakannya itu.***

Komentar

Loading...