Pandemi Covid-19

Pendapatan Penjual Merah Putih Menurun, Bendera Aceh Rindu Untuk Dikibarkan

Pendapatan Penjual Merah Putih Menurun, Bendera Aceh Rindu Untuk Dikibarkan

Banda Aceh | Mendekati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 75, bisa ditandai dengan hadirnya para pedagang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul hari kemerdekaan.

Kondisi ini sudah jadi tradisi, para pedagang memasarkan dagangannya di beberapa titik trotoar jalan di Banda Aceh. Misal, di Jalan Tgk. H. M. Daud Beureueh, hampir di sepanjang kiri dan kanan jalan didominasi warna merah dan putih. Mereka adalah pedagang musiman yang memanfaatkan momen Hari Kemerdekaan Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual bendera.

Media ini menjumpai Heri (23) pada lapak jualannya di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh. Ia mengaku telah berjualan sejak tanggal 1 Agustus 2020 lalu di tempat tersebut. Bahkan lapak yang dimaksud merupakan bekas jualannya tahun 2019 silam, di momen yang sama.

Ka dua thoen ino lon meukat Bang (sudah dua tahun saya jualan di sini Bang),” ungkap Heri.

Bendera yang diikat pada pepohonan di trotoar jalan terus dikibas-kibas angin, kendaraan lalu lalang menyisir jalan. Sudah satu jam saya duduk bersama Heri, namun tak satu pun pembeli yang singgah walau hanya untuk bertanya soal harga.

Kemeriahan HUT RI tahun ini tentu berbeda dengan tahun lalu. Kali ini tampaknya tidak akan semeriah tahun sebelum pandemi menyerang. Sekolah-sekolah di Banda Aceh juga tutup lantaran ibu kota Provinsi Aceh ini masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Dalam sehari, penjualan berkisar Rp400-Rp500 ribu rupiah, dengan produk yang dijual paling murah Rp25 ribu rupiah dan paling tinggi harganya Rp300 ribu rupiah.

“Thoen yang kaleuh troh sampe sijuta dalam si uroe (tahun lalu, lakunya bisa sampai sejuta dalam sehari)” jelas Heri.

Begitulah, walau dengan penjualan dan keuntungan yang pas-pasan tapi Heri tetap berjualan di bawah rindangnya pohon Kantor DPRA.

Hanya belasan meter di belakang dia berjualan, terdapat dua tiang bendera yang gagah menjulang tinggi.

Sudah beberapa tahun tiang tersebut terdiam sia-sia, sebab yang difungsikan hanya satu tiang saja, sebagai tempat berkibarnya bendera Merah Putih. Sementara satu tiang lagi yang dicita-citakan akan dikibarkannya Bendera Aceh belum juga terealisasi hingga 15 tahun MoU Helsinki, 15 Agustus 2020.

FOto MODUSACEH.CO/M. Yusrizal

Jika saja bendera Aceh telah resmi berkibar di seluruh penjuru, maka perekonomian orang-orang seperti Heri juga akan terbantu.

Sebab ada dua jenis bendera yang dipasarkan, Merah Putih dan Bendera Aceh, merupakan moment MoU Helsinki 15 Agustus dan HUT RI 17 Agustus 2020. Besar kemungkinan konsumen akan membeli kedua bendera tersebut secara bersamaan.

Selain itu, sepanjang jalan dan rumah-rumah serta instansi pemerintah di Aceh akan dihiasi dua bendera. Kapankah semua itu bisa terwujud? Kerinduan tadi sepertinya masih harus menempuh jalan panjang.***

Komentar

Loading...