Sepekan Paska Gempa Pijay

Penanganan Pasien di RSUZA Banda Aceh Masih Terkontrol

Penanganan Pasien di RSUZA Banda Aceh Masih Terkontrol
Korban Gempa Pijay
Rubrik

Banda Aceh |  Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Rahmady Skm menjelaskan. Paska sepekan gempa 6,5 skala richter (SR) melanda Pidie Jaya, Aceh (7/12/2016), penanganan pasien rujukan dari Pidie dan Pidie Jaya masih bisa terkontrol. Baik luka parah seperti patah tulang maupun ringan.

Menurut Rahmady, Skm sampai Selasa, 13 Desember 2016, pasien yang telah masuk dan dirawat di Ruang Emergency Rawat Inap mencapai 36 orang. Rincianya 18 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Terdapat satu bayi yang masih berumur 4 hari. Rahmady juga menambahkan, pihak rumah sakit secara khusus menyiapkan kamar untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan, karena ini merupakan bencana alam dan tidak bisa diprediksi.

Khusus untuk korban gempa, perlengkapan administrasi ditiadakan, ini merupakan bencana yang bersifat nasional. Masih menurut Rahmady dari pasien yang masuk, umumnya menderita patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, juga masih ada yang trauma akibat musibah itu.

Rahmady menambahkah, semua pasien paska gempa yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh, tidak ditanggung oleh BPJS. Dan ini sesuai dengan keterangan yang diperoleh dari Bidang Pelayanan BPJS, bahwa korban yang diakibatkan oleh bencana alam diluar tanggung jawab BPJS. Karena sesuai dengan Permenkes 28 tahun 2014 serta Kepres 111 tahun 2013, tidak mencamtumkan pembayaran bagi korban yang diakibatkan oleh bencana alam. Namun demikian pihak rumah sakit tetap akan melayani korban gempa dengan sebaiknya, sebab ini menyangkut nyawa manusia di atas segalanya, tutup Rahmadi.*

Laporan Azhari Usman

 

 

Komentar

Loading...