Siapkan Penampungan Baru di Gedung BLK Kandang

Pemko Lhokseumawe Ambil Alih Tangani Imigran Rohingya

Pemko Lhokseumawe Ambil Alih Tangani Imigran Rohingya
Anak-anak Rohingya di pengungsian Aceh Utara (Foto: Liputan6)

Lhokseumawe | Pemko Lhokseumawe menyatakan, pihaknya mengambil alih masalah penanganan 94 warga Rohingya dan disiapkan tempat penampungan baru di Gedung Kantor Balai Latihan Kerja (BLK), Kabupaten Aceh Utara di Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Langkah itu dilakukan karena Pemko Lhokseumawe yang tidak ingin dianggap buang badan terhadap nasib imigran Rohingya yang membutuhkan pertolongan kemanusiaan, sekaligus merespon sikap Kantor Imigrasi Lhokseumawe yang menolak atau tidak setuju menampungnyadi bekas Kantor Imigrasi Blang Mangat.

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki menjelaskan hal itu, Senin di Lhokseumawe.

Katanya, mulai hari ini Pemko Lhokseumawe siap mengambil alih masalah penanganan warga Rohingya yang terdampar di Aceh.

Pihaknya sudah mulai mempersiapkan tempat penampungan baru yang lebih layak lagi di Gedung Kantor Badan Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Meunasah Mee Kandang.

Saat ini sedang dalam proses pembersihan lokasi penampungan baru seperti air bersih, suplai listrik, membangun MCK dan berbagai kebutuhan lainnya.

Marzuki memperkirakan, persiapan ini membutuhkan waktu beberapa hari, kemungkinan Kamis (2/7/2020) mendatang warga Rohingya sudah bisa dipindahkan ke tempat penampungan baru.

“Sekarang sedang kita siapkan tempat penampungan baru di Kantor BLK Kandang. Mungkin hari Kamis mendatang warga Rohingya sudah bisa dipindah ke tempat baru, “ ujarnya.

Marzuki menyebutkan, dalam menangani Rohingya Pemko Lhokseumawe tidak sendirian, karena turut dibantu sejumlah NGO seperti UNHCR, IOM, Dompet Dhuafa dan lainnya.

Kehadiran NGO tersebut sangat membantu meringankan beban pemerintah menangani nasib Rohingya tersebut, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan pokok mereka.

Tapi, sambungnya, Pemko Lhokseumawe tidak memasang target dan tidak tahu sampai kapan akan terus menanggulanginya.

Namun untuk sementara waktu Pemko Lhokseumawe sudah siap turun tangan dan melakukan koordinasi lanjutan. Sebab, warga Rohingya tersebut juga tidak punya keinginan menetap lama di Aceh dan perlu melanjutkan perjalanannya ke negeri Australia.

Sebagian besar dari mereka sudah memiliki kartu identitas UNHCR untuk mendapatkan suaka politik di negara Eropa dan sekitarnya.

Sehingga untuk membantu mereka yang sudah kehilangan kapal yang tenggelam di laut, maka perlu dilakukan koordinasi lanjutan dengan semua pihak yang ingin menolong karena rasa kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas IIA Kota Lhokseumawe Fauzi membenarkan pihaknya sudah menerima informasi Pemko Lhokseumawe sudah mempersiapkan lokasi penampungan baru di Kantor BLK.

“Ya sudah dapat informasi itu. Saya juga sudah turun melihat kondisi warga Rohingya dibekas Kantor Imigrasi Keude Peuntet Blang Mangat. Saya juga melihat kondisi tempat baru di Kantor BLK sedang dipersiapkan, “ tuturnya.***

Komentar

Loading...