Antisipasi Penampungan Terpapar Covid-19

Pemkab Bireuen Usulkan Gedung UPTB-BPM

Pemkab Bireuen Usulkan Gedung UPTB-BPM
Gedung Unit Pelatihan Teknis Badan Pemberdayaan Masyarakat (Foto: Zulhelmi)
Penulis
Rubrik

Bireuen | Gedung Unit Pelatihan Teknis Badan Pemberdayaan Masyarakat (UPTB-BPM), milik Pemerintahan Aceh di Batee Geulungku, Kabupaten Bireuen, diusulkan agar dapat digunakan pemerintah kabupaten setempat sebagai lokasi isolasi atau karantina bagi warganya yang terinfeksi Virus Corona (Covid-19), terutama yang baru pulang dari perantauan atau wilyah terpapar virus itu.

Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten Bireuen, setelah melihat banyaknya warga perantau pulang dari berbagai wilayah yang sudah terpapar Covid-19.

Tim Gugus Covid-19 yang dipimpin Plt Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani meninjau lokasi gedung itu, Minggu 29 Maret 2020.

Dipilihnya gedung tersebut, sebagai tempat karantina lantaran dinilai sangat layak. Gedung tersebut milik Pemerintah Aceh dan Pemerintah Bireuen akan melayankan surat kepada Pemerintah Aceh soal pemamfaatan gedung tersebut.

“Untuk mengantisipasi virus ini, kami melihat Gedung UPTB sangat refensentatif. Memang gedung ini milik provinsi, kami akan segera menyurati bagaimana nantinya bisa kami fungsikan,” ujar Muzakkar.

Pantauan media ini gedung itu jauh dari pemukiman warga dan selama ini kurang dipakai, namun dilihat dari fasilitasnya sangat lengkap. Tapi, air bersih dan pendingin ruangan (AC) perlu diperbaiki kembali. Dan, jumlah kamar yang tersedia sebanyak 86 kamar dan masing-masing kamar tersedia 3 tempat tidur.

20200329-gedung2

Gedung Unit Pelatihan Teknis Badan Pemberdayaan Masyarakat (UPTB-BPM). Foto:  Zulhelmi.

“Kalau kita kalikan ada sekitar 258 orang bisa tertampung dan ini luar bisa,” ungkap Plt Bireuen.

Lanjut Muzakar, kepada warga yang dicurigai mengidap atau pun membawa virus itu akan dikarantina. Kepada ia semua aparatur desa, ia berharap segera mendata warganya yang baru pulang dari perantauan terutama dari wilayah yang sudah terpapar Covid-19.

Muzakkar juga menyebut, anggaran yang sudah diplotkan untuk memutuskan mata rantai virus itu sebanyak Rp4,6 miliar.

Soal virus ini di Kabupaten Bireuen kata Muzakkar, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 25 orang, sedang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) belum tercatat alias masih nihil.***

Komentar

Loading...