Diduga Tak Berangkatkan 47 Jamaah Umrah

Pemilik PT Elhanief Tour and Travel Akhirnya Bermalam di Polda Aceh

Pemilik PT Elhanief Tour and Travel Akhirnya Bermalam di Polda Aceh
Akmal Hanif, pemilik PT Elhanief  Tour and Travel (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh I Untuk sementara, langkah AH (40), pemilik PT Elhanief  Tour and Travel, salah satu biro perjalanan di Aceh berhenti sudah.

Maklum, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh, sejak Kamis kemarin telah menahan AH (40).

Polisi menilai, AH telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap 47 calon jamaah umrah yang telah menyetor uang keberangkatan. Namun tak kunjung diberangkatkan ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah setelah mendaftar dan menyetor uang pada April 2018 lalu.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, AH pada temu pers di Mapolda Aceh, Jumat pagi menjelaskan. AH ditahan sejak Kamis (3/12/2020).  Dia dijemput tim Ditreskrimum Polda Aceh di kediamannya di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Itu sebabnya, AH turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut.

Kombes Ery Apriyono menjelaskan, ada 47 korban dalam kasus penipuan yang dilakukan AH dengan usaha travelnya tersebut. "Total kerugian dari keseluruhan korban mencapai Rp 891 juta," kata Ery.

Menurut Ery, AH terjerat dalam kasus tersebut setelah 47 korban termasuk agen yang dipercayakan oleh AH membuat laporan tanggal 5 September 2020 ke Polda Aceh dengan nomor LP/241/XI/YAN.2.5/2020/SPKT.

"Korban menyetor uang umrah melalui agen mereka berinsial FR dan Zu selaku agen PT Elhanief Tour and Travel di Aceh Tengah.

20201204-elhanif

Biaya yang disetor calon jamaah masing-masing Rp17 sampai Rp23 juta per orang. Penyetoran itu dilakukan pada 2018 lalu," ungkap Ery.

Namun hingga tahun 2020, 47 calon jamaah yang telah mendaftar dan menyetor uang tersebut tak kunjung diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah oleh AH dengan PT Elhanief Tour dan Travel.

"Sampai tahun 2020, tak ada jamaah yang diberangkatkan travel tersebut. Adapun alasan tersangka AH, karena perusahaan mengalami kebangkrutan. Dan uang yang disetor jamaah pada tahun 2018, digunakan tersangka untuk memberangkatkan jamaah yang telah mendaftar pada tahun 2017. Ada juga digunakan untuk kepentingan pribadi," kata Wadir Krimum Polda Aceh, AKBP Wahyu Kuncoro.

AKBP Wahyu menyebut, meski saat ini AH sudah ditahan dan dilakukan penyidikan lebih lanjut terhadap kasus itu, diprediksikan masih ada masyarakat yang akan melapor pada tahun 2021 nanti.

"Mereka sedang menunggu jatuh tempo pada Desember 2021, jika tidak diberangkatkan mungkin akan melapor juga," ulas AKBP Wahyu Kuncoro.***

Komentar

Loading...