Breaking News

Aceh Kembali Raih Peringkat Satu Termiskin di Sumatera

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Dapat Ucapan Selamat Papan Bunga

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Dapat Ucapan Selamat Papan Bunga
Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Pasca publikasi data kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Senin (15/2/2021) lalu bahwa kemiskinan di Aceh mencapai 15,43 persen atau bertambah 19 ribu orang per September 2020. Aceh kembali mendapat peringkat pertama termiskin di Pulau Sumatera.

Nah, status tak elok dan berulang ini, menimbulkan berbagai respon dari masyarakat Aceh, baik mengkritik serta protes dalam bentuk orasi terhadap Pemerintah Aceh. 

Hari ini, Rabu (17/2/2021) misalnya, sejumlah papan bunga terpasang tepat di depan Kantor Gubernur Aceh. Isinya, mengucapkan selamat kepada Pemerintah Aceh atas prestasi juara satu termiskin di Sumatera.

Amatan media ini, ada 10 papan bunga kritik terhadap Pemerintah Aceh itu. Si pemasang menamakan diri Awak Becak, Rakyat Miskin, Ex Pengasuh, Kaum Duafa, Muge Eungkot, Mantan Penjilat, Korban Meulisan, Rakyat Jeulata, Sceter Mania dan Askar Baim.

Aksi pemasangan papan bunga ini mengundang perhatian khusus bagi penguna Jalan T. Nyak Arief Banda Aceh.  Mereka ramai-ramai mengambil foto.

Foto: Firdaus Hasan I MODUSACEH.CO

Koordinator aksi, Syakya Meirizal mengatakan. "Ini wujud respon publik, Provinsi Aceh mempunyai anggaran cukup besar dibandingkan provinsi lain di Sumatera. APBA Rp 17 triliun, kita paling tinggi kalau dibandingkan Bengkulu hanya Rp 3 triliun. Namun kita kalah dari Bengkulu. Artinya, Pemerintah Aceh tidak bekerja baik untuk memperbaiki keadaan," kritik Syakya.

Tambah dia. "Selama Covid-19 ada perintah refocussing anggaran Rp1,5 triliun. Salah satunya menyediakan bantuan sosial untuk rakyat miskin, tetapi anggaran yang telah ditetapkan sendiri oleh Gubernur Aceh ini tidak dicairkan dan dibuat jadi Silpa," ulas dia.

Sandainya dicairkan mungkin kemiskinan tidak akan terdongkrak terlalu tinggi. "Jelas ini perintah dari pemerintah pusat melalui Perpu, Perpres, Permendagri, SK Kemendagri, Kementerian Keuangan untuk membantu masyarakat miskin. Tapi Pemerintah Aceh tidak mencairkan, itu jelas blunder. Ironisnya Pemerintah Aceh malah mencairkan dana untuk 100 OKP yang tidak ada urgensinya dan tidak relevaan dalam penanganan Covid," jelas Syakya.

"Sebab itu, hari ini kami melakukan kritik sosial kepada jajaran Pemerintah Aceh, terutama Gubernur Aceh dalam wujud papan bunga ucapan selamat. Kita tahu ini masa pandemic Covid-19, jadi tidak mungkin demo bawa massa kemari. Dan aksi ini murni dari inisiatif kami dan teman teman yang sependapat ikut berpatispasi memberi papan bunga," ujar Syakya.***

Komentar

Loading...