Pembunuhan yang Menewaskan Seorang Guru, Keluarga Sempat Tak Percaya

Pembunuhan yang Menewaskan Seorang Guru, Keluarga Sempat Tak Percaya
Ibu Korban Nila Wati(54) yang memakai jilbab pink.
Penulis
Sumber
Laporan Mirna Gustina

Banda Aceh | Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang Guru, Erliana (35), warga Gampong Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, yang dilakukan orang tak dikenal (OTK), Sabtu (6/5/2017), sekitar pukul 10.30 WIB, membuat keluarga dan kerabatnya terkejut dan tidak percaya.

Ibu korban Nila Wati (54), mengatakan masih belum percaya dengan kejadian yang menimpa anaknya. Karena 10 menit sebelum kejadian, ia baru saja mendatangi toko Doorsmeer milik anak lelakinya Zulfan (34), yang bersebelahan dengan kedai kelontong milik Erliana. “Sebelum kejadian saya datang ke toko Doorsmeer adiknya Erli, memintanya pulang ke rumah untuk memotong ayam karena hendak memasak daging ayam. Setelah itu, saya pulang melewati kedai Erli tetapi tidak melalui depan melainkan dari belakang,  karena rumah kami hanya sekitar 100 meter di belakang kedai. Jadi tidak tahu saat itu anak saya sedang apa dan dengan siapa,” kata Nilawati.

Masih lanjutnya, sesaat ingin masuk ke dalam rumahnya ia mendengar suara ribut-ribut di depan dan tiba-tiba tetangganya berteriak dan memanggil yang mengatakan terjadi sesuatu terhadap anaknya Erli. “Ya Allah Pakoen aneuk loen (Ya Allah kenapa anak saya) Erli,” cerita Ibu Nila dengan wajah sedih dan bingung saat diwawancarai MODUSACEH.CO, Sabtu sore (6/5/2017) di rumahnya.

Saat ia mendatangi ke kedai milik anaknya ia sangat terkejut melihat kondisi Erli sudah bersimbah darah dan diangkut ke dalam mobil milik orang lain yang diberhentikan di tengah jalan oleh warga setempat dan hendak dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh. “Sesampainya saya ke rumah sakit, dokter mengatakan anak saya sudah meninngal dunia dalam perjalanan,” ucapnya.

Nilawati merasa sedih karena kehilangan anak perempuannya. Bukan saja anak yang gigih tetapi ia juga sosok ibu yang sangat baik untuk kedua anaknya yang masih kecil-kecil. “Saya sangat sedih melihat kedua cucu saya yang masih kecil. Anaknya yang tertua lelaki baru kelas 3 SD sedangkan adiknya yang perempuan baru berusia empat tahun. Jadi saya sangat berharap pihak Kepolisian cepat menangkap pelakunya,” ungkap Nilawati dengan raut wajah sedih.***

Komentar

Loading...