Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Tim Gabungan Polda Aceh Ungkap Kasus Penembakan Cot Cantek, Pidie

Pelaku dan Barang Bukti Berhasil Diciduk serta Amankan

Pelaku dan Barang Bukti Berhasil Diciduk serta Amankan
Humas Polda Aceh

 

Pidie | Jelang tutup tahun 2016, Tim Gabungan Polda Aceh berhasil mengukir prestasi, terkait mengungkap motif dan menangkap pelaku penembakan  terhadap Ibrahim (48) warga Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu malam (19/10/2016) lalu. Walau awalnya relatif mengalami sedikit kendala, namun tak menyurutkan semangat aparat penegak hukum ini, untuk terus memburu para pelaku. Apalagi, atensi serius benar-benar diperlihatkan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak. Hasilnya, Sabtu, 10 Desember 2016, sekira pukul 08.00 WIB, Tim Gabungan Resintel Polres Pidie dan di back up Reskrim Polda Aceh dan Densus 88 di bawah pimpinan AKBP Subekti, berhasil menangkap empat pelaku penembakan terhadap Ibrahim, diempat tempat yang berbeda.

“Benar, motif dan pelaku penembakan di Cot Cantek Pidie, telah berhasil kita ungkap dan tangkap. Ini sesuai dengan janji Pak Kapolda untuk mengungkap kasus ini secepatnya, sehingga memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat, jelang Pilkada 2017 mendatang,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Kombes Pol Goenawan SH, MH pada media ini, Senin sore (12/12/2016). “Tim gabungan ini dipimpin AKBP Subekti dan pencapaian target ini merupakan bagian dari Operasi Kilat Rencong 2016,” jelas Goenawan. Informasi keberhasilan ini telah diperoleh MODUSACEH.CO dari berbagai sumber sejak kemarin siang. Namun, untuk memastikan, diperlukan konfirmasi dari sumber utama yaitu Polda Aceh.

Sekedar mengulang, aksi penembakan menimpa rumah Ibrahim (48) warga Gampong Cot Cantik, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu malam (19/10/2016). Saat itu, walau tak ada korban jiwa, rumah Tuha Peut Gampong Cot Cantek itu mengalami kerusakan ringan dan membuat keluarga itu ketakutan. Beruntung,  saat kejadian Ibrahim tidak berada ditempat.

Sebelum kejadian, Ibrahim dan istrinya Khatijah (40), berbelanja ke Pasar Lamlo, berjarak sekitar empat kilometer dari rumahnya. Saat itu, hanya ada anaknya, Ainul (19 tahun), sedang menonton teve sendirian. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dua kali dari luar rumahnya yang dipekirakan berjarak lima meter di depan rumah tersebut.

Tembakan pertama berasal dari depan rumahnya mengenai dinding dan jendela depan rumah Ibrahim, persis ditembok bagian bawah rumah semi permanen itu, sehingga proyektil peluru tersebut tertahan pada tembok dan jatuh ke lantai. Sedangkan tembakan kedua juga berasal dari depan rumahnya, mengenai jendela bagian atas dan tembus ke dinding papan dan mengenai bingkai fofo serta tembus ke ruang dapur. Diperkirakan senjata yang digunakan OTK sat itu tersebut jenis AK, karena proyektil dan slongsong ditemukan depan dan dalam rumah korban.

Usai kejadian tersebut, pihak korban langsung melaporkan diri ke Polsek dan Koramil 12/Sakti, untuk meminta bantuan. Mendapat laporan Ibrahim, Polsek dan Koramil 12/Sakti langsung menuju ke TKP, untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan awal atas kejadian tersebut. Termasuk Kapolres Pidie AKBP M Ali Khadafi dan Kabagops Polres Pidie Kompol Apriadi beserta personel Polres Pidie, melakukan olah TKP dan proses indentifikasi atas kejadian tersebut.

Hari itu juga, rumah Ibrahim dipasang  police line serta meminta keterangan korban (Ibrahim) dan keluarganya, guna penyelidikan lebih lanjut. Kontributor MODUSACEH.CO di Pidie melaporkan, dari informasi warga di sana, Ibrahim bekerja sebagai tukang kayu gampong dan ikut kelompok tani setempat. Dia tidak terlibat dengan urusan politik secara langsung. Ini disebabkan, dia juga sebagai Tuha Peut di desa itu.

Begitupun, tak berapa lama kemudian, upaya untuk menghabisi Ibrahim kembali terjadi. Untuk keduakalinya, dia diberondong dengan senjata api dari jarak dekat. Syukur, tak sempat mengena dirinya hingga kini dia selamat dan pelakunya berhasil diciduk Tim Gabungan Polda Aceh. Sebelumnya, paska kejadian ini, banyak pihak yang menduga dan mengkaitkan dengan persoalan politik jelang Pilkada 2-17 mendatang. “Dari hasil pengembangan sementara, motifnya adalah dendam, tidak ada kaitannya dengan politik,” tegas Kabid Humas Polda Aceh Kombes Geonawan. Tak hanya itu, tiga tahun lalu, Ibrahim pernah mengalami perampokan di kawasan hutan Gampong Cot Cantik, Kecamatan  Sakti, Pidie. Saat itu dia menjabat sebagai bendahara di Gampong Cot Cantek.***

 

Komentar

Loading...