Penebas Polisi di Geulumpang Belum Ditangkap

Pelaku Ancam Serang Warga Yang Bantu Polisi Menangkapnya

Pelaku Ancam Serang Warga Yang Bantu Polisi Menangkapnya
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto. Foto: serambinews.com

Lhokseumawe | FK (26), pria pelaku penyerang polisi di Gampong Geulumpang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, hingga  hari ini, Senin, 11 Januari 2021 belum berhasil ditangkap.

Sebaliknya, dia mulai mengancam warga yang ikut membantu polisi untuk mencari dan menangkap dirinya.

Pasca kejadian penyerangan petugas dengan menggunakan pedang, hingga hari ini pelaku masih gesit dan licin, menghindar dari pengejaran tim Polres Lhokseumawe.

Ironisnya, FK sama sekali tidak melarikan diri keluar daerah, tapi dia hanya menghindar dari kejaran polisi dengan cara berpindah-pindah tempat atau bersembunyi dari rumah ke rumah di Gampong Geulumpang.

Bahkan setelah kejadian penyerangan, pelaku justru bersikap seakan tidak punya masalah, lantaran masih sempat makan di rumah saudaranya dan pulang ke rumah untuk tidur.

Sehingga polisi pun sempat mengepung tersangka yang hendak tidur dalam rumahnya, Sabtu kemarin. Namun tetap saja pelaku berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas hingga terkesan memiliki kesaktian aji mumpung.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya membenarkan hingga kini pelaku masih dalam pengejaran.

Menurut dia, kemungkinan pelaku masih berada di gampong setempat dan tidak bisa melarikan diri keluar desa.

Muslem, salah seorang paman pelaku mengatakan. Kini dirinya dan keluarga mulai merasa khawatir, lantaran pelaku sempat mengancam menyerang siapa saja yang ikut membantu polisi untuk menangkapnya.

Kata Muslem, dirinya sendiri telah mencoba membantu polisi dengan cara membujuk pelaku dengan lemah lembut dan berpura-pura meminta pinjam pedang pelaku untuk membelah kelapa muda.

Seketika itu, saat sedang mengupas kelapa, polisi mendekat untuk menangkap pelaku yang sedang menunggu dalam gubuk. Tetapi, kehadiran polisi ternyata telah diketahui hingga pelaku pun keluar dari gubuk dan melarikan diri ke arah semak-semak.

Meski gagal menangkap, setidaknya petugas telah berhasil mengamankan sebilah pedang yang digunakan pelaku sebagai senjata untuk menyerang orang lain.

Muslem mengaku karena telah dua kali gagal ditangkap, membuat pelaku mencurigai keluarganya ikut membantu polisi hingga diancam akan diserang.

Kakak kandung pelaku dan beberapa keluarga lainnya, terpaksa pergi dari desa untuk sementara waktu karena takut dan tidak aman.

Apalagi pelaku masih berkeliaran dalam Gampong Geulumpang dan sama sekali tidak pergi ke luar daerah.

“Karena gagal ditangkap, kini pelaku mengancam akan serang saudara atau keluarga yang ikut bantu polisi untuk menangkapnya. Saya sendiri sudah terancam karena ikut membantu menangkapnya,” ujarnya.

Meski sudah sangat beresiko, keluarga pelaku tetap koperatif dan berusaha mencarinya serta akan menunjukkan keberadaannya.

Muslem dan keluarga berharap agar pelaku yang merupakan adik sepupunya itu, segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena bila belum tertangkap juga, maka kami sekeluarga akan terus dirugikan sebab harus menganti semua kerusakan yang ditimbulkannya. Kemana kami cari uang untuk menanggung perbuatan buruk adik sepupu saya ini,” tuturnya sedih.

Baca: Pemuda Berpedang Bubarkan Patroli Gabungan dan Tebas Polisi

Hal serupa juga diungkapkan Geusyik Geulumpang Tuddin terkait pelaku penyerang petugas yang belum ditangkap dan masih berkeliaran di desa setempat.

Akibat kondisi itu membuat warga masih merasa cemas dan ketakutan hingga banyak rumah yang menutup rapat pintu dan jendela.

Menurut geusyik, kondisi pelaku sebenarnya tidak sepenuhnya gila atau gangguan jiwa, karena kesehariannya masih berkomunikasi normal dengan orang lain.

Dia juga masih berstatus sebagai pasien kecanduan narkoba di sebuah panti rehabilitasi. Seba pihak keluarga masih memiliki surat keterangan berobat.

Karena dia memiliki prilaku buruk, maka dengan mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi serta suka mengamuk bila permintaannya tidak dipenuhi keluarga.

Geusyik berharap pelaku segera ditangkap, agar masyarakat setempat tidak lagi khawatir dan merasa aman di rumah.***

Komentar

Loading...