Pelaksanaan POPDA XVI 2020 di Aceh Barat Terancam?

Pelaksanaan POPDA XVI 2020 di Aceh Barat Terancam?
Seleksi Atlit POPDA Kabupaten Aceh Tengah (Foto: kabargayo.com)

Meulaboh | Senin siang, 16 Maret 2020, beberapa siswa terlihat melakukan latihan ringan di kantor sekretariat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XVI Provinsi Aceh, Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Meulaboh Aceh Barat.

Walau cuaca panas, beberapa siswa tetap terlihat melakukan latihan gerak jalan.  Bisa jadi siswa-siswi tersebut, disiapkan untuk pasukan pengibar bendera pada pelaksanaan POPDA ke-XVI tahun 2020.

Namun, yang jadi soal adalah, bagaimana kesiapan pelaksanaan even tingkat Provinsi Aceh itu? Maklum, Aceh Barat yang ditujuk sebagai tuan rumah, terkesan persiapannya masih jauh dari yang diharapkan.

Bahkan jadwal pelaksanaan yang telah diusulkan tuan rumah ke panitia provinsi, hingga pertengahan Maret 2020, ini belum ada balasan.

20200317-mess
Mess atlit POPDA di Aceh Barat. Foto: MODUSACEH.CO/Juli Saidi

“Kita usulkan pelaksanaanya tanggal 22-28 Juni 2020. Cuma surat balasan dari provinsi belum keluar, belum disetujui,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Aceh Barat M. Ali Taufik, di Mess Atlet, Suak Indrapuri, Meulaboh, Senin, 16 Maret 2020.

Syahdan, Ketua Pelaksana POPDA ke-XVI tahun 2020 M. Ali Taufik juga mengaku hingga  pertengahan Maret 2020, tuan rumah belum juga menerima petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan POPDA. “Belum dikirim juknis oleh provinsi,” ungkap M. Ali Taufik.

Itu sebabnya, mantan pejabat dari Kota Sabang itu mengaku khawatir dan was-was karena belum ada kepastian dari provinsi. Sementara pelaksanaan diusulkan pada 22-28 Juni 2020 mendatang. “Karena kondisi itu kita sedikit khawatir dan was-was karena belum ada kepastian dari provinsi,” ujar M. Ali Taufik.

Bahkan sebut M. Ali Taufik, publik tahu bahwa pelaksanaan POPDA di Aceh Barat. Padahal itu kegiatan provinsi. “Orang yang tahu Aceh Barat, tidak tahu bahwa itu kegiatan provinsi. Kalau persiapan tempat dan lapangan kita sudah siap,” jelas M. Ali Taufik.

M. Ali Taufik mengaku sekitar tiga hari lalu, tuan rumah sudah duduk dengan panitia POPDA Provinsi Aceh. Bahkan dari hasil pertemuan tersebut, M. Ali Taufik berpendapat bahwa Aceh Barat lebih siap dari panitia provinsi.

“Tiga hari lalu kita sama-sama berdiskusi dengan panitian provinsi. Kalau kita melihat persiapannya, Aceh Barat sebagai tuan rumah lebih siap daripada provinsi. Provinsi malah menunggu pengesahan anggaran dari Depdagri hingga sekarang belum kepastian,” ungkap M. Ali Taufik.

Sementara ketergantungan tuan rumah-Aceh Barat pada pelaksanaan POPDA 2020 pada cukup besar yaitu 70 persen. “Karena Aceh Barat sebagai persiapan tempat saja, kalau pelaksanaan provinsi,” ujar M. Ali Taufik.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2020, Aceh Barat sebagai tuan rumah mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar. Dari jumlah tersebut, termasuk untuk biaya atlet di Aceh Barat sendiri. “Termasuk biaya pembukaan dan penutupan dan kontingen sendiri,” katanya.

Begitupun, M. Ali Taufik mengaku, kegiatan POPDA di Aceh Barat terus dilakukan. Mulai dari tempat bertanding hingga penginapan atlet pelajar. “Alhamdulillah persiapan terus kita matangkan, kita sudah menata beberapa lapangan sebagai tempat tanding nantinya. Pemondokan di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Johan Pahlawan. Ini panitia provinsi yang menentukan,” sebut M. Ali Taufik.

Lagi-lagi, jelas Taufik baik pemondokan dan tempat pertandingan yang sudah diusulkan panitia pelaksana di Aceh Barat, belum juga ada pengesahan dari panitia provinsi. “Kedua-duanya belum juga ada surat balasan dari provinsi, apakah provinsi setuju atau tidak setuju dengan yang kita siapkan,” kata M. Ali Taufik.

Pelaksanaan POPDA ke-XVI tahun 2020 di Aceh Barat, mempertandingkan 12 cabang olahraga  yaitu; atletik, sepak bola, bola voli, bola basket, sepak takraw, pencak silat, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, karate, taekwondo (junior class) serta futsal (masih direncanakan). Pesertanya para pelajar dari 23 kabupaten dan kota se-Aceh.***

Komentar

Loading...