Breaking News

Peduli Riau, Mahasiswa Aceh Unjuk Rasa Galang Dana

Peduli Riau, Mahasiswa Aceh Unjuk Rasa Galang Dana

Banda Aceh | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin parah. Tak hanya jarak pandang yang terbatas, kualitas udara di sana juga dikabarkan sudah masuk pada level berbahaya.

Kondisi itu memaksa sejumlah warga Riau mengungsi dan harus menggunakan masker.

Atas keprihatinan itu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tehnik, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Bundaran Tiga (Simpang Mesra) Banda Aceh, Jumat, 19 September 2019.

Koordinator Lapangan, Arif Fayat mengatakan. Unjuk rasa yang dilakukan mahasiwa ini bukan aksi tuntutan, namun aksi kemanusian untuk masyarakat Riau yang sudah terkena kabut asap dari kebakaran hutan.

“Kami prihatin atas kawan-kawan di Riau. Barangkali kawan-kawan di Riau aksi mereka merupakan aksi tuntutan terhadap pemerintah pusat. Tapi hari ini kami sepakat untuk aksi kemanusiaan,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya melakukan galang dana dan aksi unjuk rasa. Nantinya, uang yang terkumpul akan digunakan untuk membeli masker untuk masyarakat Riau.

"Jadi kita galang dana agar dapat memberikannya kepada teman-teman di Riau berupa masker. Yaitu masker N95, hari ini untuk mengunakan masker biasa sudah tidak mempan. Sehingga kita sepakat untuk menggalang dana," ungkapnya.

Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Pusat di Jakarta tidak tegas mengatasi masalah kebakaran hutan di Riau. Padahal permasalahan kebakaran sudah terjadi 20 tahun silam.

"Soal kebakaran hutan ini sudah terjadi 20 tahun lamanya. Termasuk di Kalimantan. Namun kurang mendapat penanganan dari pemerintahan pusat," kata Korlap itu.

Dia berharap, Pemerintah Pusat tegas dan peduli dengan masyarakat di Riau. Dan mengembalikan nama baik masyarakat Riau yang dituduh telah melakukan pembakaran hutan.

"Harapan kita pemerintah lebih tegas, ini sudah diatur dalam undang-undang dan memang peran serta tanggungjawab pemerintah untuk menjaga hutan," harapnya.

Aksi yang dilakukan mahasiswa ini, sempat mengganggu arus lalu lintas. Karena mereka berkerumunan dan berjejeran di tengah jalan.***

Komentar

Loading...