Setelah Dimediasi Polisi

Pedagang Tunda Demo, Sekdako Lhokseumawe Janji Periksa Kondisi Pasar

Pedagang Tunda Demo, Sekdako Lhokseumawe Janji Periksa Kondisi Pasar
Perwakilan Pedagang Pasar Inpres Lhokseumawe Mukhtar alias Belalang dalam rapat dengan padagang untuk menunda demo dan menunggu hasil cross chek Pemko Lhokseumawe soal dugaan praktik jual beli kios (Foto: Ist)

Lhokseumawe I Sejumlah pedagang di Pasar Inpres Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, akhirnya menunda aksi demontrasi ke Kantor Wali Kota dan DPRK Lhokseumawe yang dijadwalkan, Selasa besok.

Keputusan ini diambil setelah dimediasi polisi. Sementara itu, Sekdako Lhokseumawe T. Adnan berjanji akan menyelesaikan masalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap Disperindagkop dan kondisi pasar setempat.

Demikian disampaikan Mukhtar atau akrab disapa Belalang, salah satu perwakilan pedagang Pasar Inpres Mukhtar, Senin di Lhokseumawe.

Sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar itu rencananya mengelar aksi demontrasi. Ini terkait kasus dugaan jual beli kios pasar.

Belalang mengatakan, pihaknya mewakili pedagang telah dipanggil jajaran kepolisian dari Polsek Banda Sakti dan Sekdako Lhokseumawe T. Adnan. Mereka meminta para pedagang tidak melakukan demo untuk memprotes.

Dalam pertemuan di Mapolsek Banda Sakti dan Kantor Walikota Lhokseumawe, sambungnya, Disperindagkop Kota Lhokseumawe coba berdalih dan merasa tidak bersalah atas tindakannya yang menciptakan dugaan bisnis jual beli kios dengan alasan aset pemerintah, bukan milik pribadi.

Belalang mengaku, karena ditantang harus menunjukkan bukti adanya praktik jual beli kios, maka pihaknya sudah siap dengan semua bukti yang diinginkan, baik dari bukti kwitansi, ijab qabul atau surat resmi lainnya.

Setelah itu, Sekdako juga akan turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan mengecek tentang kondisi pasar setempat.

Dia berjanji akan menyelesaikan persoalan kenakalan oknum pejabat Disperindagkop yang telah menzalimi dan merugikan pedagang yang kehilangan tempat usaha.

Bahkan dia berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum pejabat Kadisperindagkop dan stafnya bila hasil pemeriksaan terbukti seperti yang dituding para pedagang

Itu sebabnya sebut Mukhtar, para pedagang akhirnya sepakat menunda sementara aksi demo ke Kantor Walikota dan DPRK Lhokseumawe.

“Karena sudah dimediasi polisi dan Sekda akan turun ke lapangan mengecek kebenaran adanya praktik jual beli kios yang dilakukan Disperindagkop. Maka, kami para pedagang setuju untuk menunda aksi demo, guna memberi kesempatan pada pemerintah untuk mengecek kebenarannya, “ tegasnya.

Belalang menjelaskan, sudah belasan tahun dia bersama para pedagang lainnya, menopang hidup di pasar itu. Namun belum pernah mengalami kejadian yang membuat para pedagang kehilangan mata pencaharian ini.

Bahkan, para pedagang sama sekali tidak pernah menyangka praktik jual beli kios pasar terjadi disaat Kadisperindagkop dijabat oleh Ramli hingga membuat para pedagang kehilangan tempat usaha.

Belalang juga menegaskan, apabila hasil pemeriksaan dilakukan dengan cara curang atau terkesan menutupi kesalahan oknum, maka bukan tidak mungkin para pedagang bangkit dan melakukan aksi demo besar-besaran.

Begitupun, hingga berita ini diwartakan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Sekdako Lhokseumawe T. Adnan maupun Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki. Maklum, keduanya tidak mengangkat sambungan telepon selulernya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin membenarkan pihaknya telah melakukan mediasi antara pedagang dan pemerintah.

Dia berharap, rencana aksi demo para pedagang tidak dilaksanakan atau ditunda sementara waktu, menunggu hasil cros chek kebenaran persoalan yang terjadi di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe.***

Komentar

Loading...