Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Buntut Dugaan Jual Beli Lapak di Pasar Inpres Lhokseumawe

Pedagang Minta Kadisperindagkop Dicopot

Pedagang Minta Kadisperindagkop Dicopot
Pedagang Pasar Inpres mengelar demo di Kantor Walikota Lhokseumawe (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Seratusan pedagang di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, kembali mengelar aksi unjuk rasa ke Kantor Walikota setempat, Senin, 8 Maret 2021.

Aksi ini dipicu akibat dugaan Disperindagkop Lhokseumawe melakukan jual beli lapak/kios, sehingga dinilai telah merugikan dan meresahkan para pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. 

Aksi yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB ini, mengakibatkan para pedagang menghentikan aktifitas berjualan di pasar setempat dan ramai-ramai berdelegasi ke Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Seratusan pedagang tadi menyampaikan keluhan atas tindakan Kadis Perindagkop Lhokseumawe Ramli dan stafnya, yang diduga melakukan praktek jual beli lapak atau kios.

Begitu tiba di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, para pedagang langsung meneriakan yel-yel. Mereka menuntut Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya, mencopot Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli, karena dinilai hanya memperkaya diri dengan bisnis jual beli lapak/kios dalam pasar.

Mereka diterima Sekdako Lhokseumawe T. Adnan yang mendengar semua keluhan pedagang atas tindakan pihak Disperindagkop Lhokseumawe. Lalu, T. Adnan meminta perwakilan empat pria dan dua wanita untuk melakukan pertemuan di lantai tiga Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Lantas, ratusan pedagang tadi diwakili Abdurrahman, Sulaiman, Koko, Azizah dan Indah Purba. Bahkan Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail Manaf dan Wakil Ketua I DPRK Lhokseumawe Irwan Yusuf (anggota Komisi B) turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Mukhtar alias Belalang, perwakilan Pedagang Pasar mengaku, tindakan Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli menjual lapak atau kios pasar telah merugikan pedagang dan membuat mereka kehilangan tempat usaha di pasar.

Belalang menegaskan, bila hal ini terus dibiarkan maka akan banyak pedagang kecil yang terancam kehilangan tempat usaha dan mengalami kebangkrutan karena menderita kerugian.

Pengakuan sama juga diungkapkan Azizah dan dan Indah Purba. Keduanya mengaku sedih karena akan kehilangan kios untuk mencari sesuap nasi. Sebab, telah diserahkan kepada orang lain.

Padahal, sebelum kios dibongkar untuk dibangun baru, Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli berjanji akan mengembalikan kepada pedagang lama. “Ironisnya, meski sudah di data kembali melalui Kepala UPT Pasar Disperindagkop Lhokseumawe Zulfian, namun begitu siap dibangun ternyata justru sudah ditempati oleh orang lain. Kami kecewa org dinas jual beli kios pasar,” ujar Azizah.

Sekdako Lhokseumawe T. Adnan mengatakan pihaknya siap mendengar dan menampung keluhan para pedagang yang sudah lama diketahuinya sedang bersitegang dengan pihak Disperindagkop.

Bahkan dirinya juga mendengar dugaan jual beli lapak dan kios pasar oleh oknum Disperindagkop mencapai nilai Rp150 juta per unit. Maka untuk menghindari fitnah, pedagang diminta untuk membuktikannya dengan menunjukkan bukti.

Untuk mengungkap semua persoalan itu, Sekda menegaskan pihaknya akan membentuk tim khusus bersifat Independen untuk turun ke lapangan mempelajari, memeriksa dan mendalami masalah dalam pasar.

20210308-demo-inpres2

Foto: Din Pasee

Sehinga kepada para pedagang yang merasa pernah membeli kios atau lapak dengan harga fantastis, bersedia membuat pernyataan tentang jual beli kios dengan oknum disperindagkop.

“Jadi beri waktu untuk kami bentuk tim dan biar tim yang bekerja dilapangan untuk mengcross chek semua kebenaran atas keluhan para pedagang. Insyaallah masalah ini akan kita selesaikan dan ditertibkan seperti sediakala. Agar para pedagang dapat mencari rezki dengan aman tanpa harus terbelenggu masalah,” paparnya.

Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail Manaf mengatakan, pihaknya sudah lama mengetahui problem yang terjadi di pasar diduga sarat bisnis jual beli lapak atau kios dengan harga mencekik.

Bahkan pihak DPRK juga sudah membahasnya dan berencana akan memanggil pihak Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli dan stafnya untuk mempertanyakan kebenaran soal praktek jual beli lapak atau kios pasar.

“Kami akan memperjuangkan dan memihak kepada para pedagang yang sudah dizalimi. Pihak Pemko jangan mengulur waktu lagi, karena masalah ini harus segera dituntaskan demi keadilan bagi para pedagang,” pintanya.

Setelah mendengar dan menerima solusi yang ditawarkan pemerintah, akhirnya para pedagang membubarkan diri dan akan menunggu hasil kerja tim yang dibentuk untuk mengusut kasus dugaan jual beli lapak oleh Disperindagkop setempat.

Namun, Setdako tak menjelaskan siapa saja pihak yang dilibatkan dalam tim dan disamsampai kapan tim ini bekerja serta menyampaikan hasilnya kepada para pedagang.***

Komentar

Loading...