Pasca Puluhan Warga Aceh Timur Keracunan Gas, DLH Nyatakan Lokasi PT Medco Telah Aman

Pasca Puluhan Warga Aceh Timur Keracunan Gas, DLH Nyatakan Lokasi PT Medco Telah Aman
Foto: Ist

Aceh Timur | Pasca peristiwa keracunan gas yang dialami puluhan warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur pada Jumat, 9 April 2021 pagi.

Disusul hari berikutnya, Sabtu, 10 April 2021, empat warga sekitar kembali dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud.

Lalu ratusan warga Desa Panton Rayeuk juga terpaksa mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam, Jum'at (9/4/2021). Kini kondisi udara di lokasi itu dinyatakan telah aman.

Baca: Diduga Keracunan Gas PT Medco, Belasan Warga Aceh Timur Dirujuk ke Rumah Sakit

Itu diketahui berdasarkan hasil survey yang dilakukan di lokasi sumur AS-11, AS-9, AS-12 dan Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur yang turut didampingi PT. Medco E&P Malaka, Rabu (19/4/2021).

VP Relations dan Security PT Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi mengatakan, kondisi udara di lokasi dinyatakan telah aman, di lokasi juga tidak ada lagi bau yang diduga dari asap suar kegiatan pemeliharaan sumur AS-11 di Blok A, Aceh Timur yang dikelola Medco.

"Dari hasil pengukuran kualitas udara di desa tersebut tidak ditemukan bau gas dan parameter SO2, H2S, dan CH4 terbaca nol atau normal di udara," kata Arif Rinaldi.

Mengacu pada hasil survey ini, tambah Arif Rinaldi, warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur telah pulang ke rumah dibantu oleh pekerja Medco E&P dan aparat terkait pada Rabu kemarin.

"Medco E&P akan tetap memonitor kondisi di sekitar sumur dan pemukiman masyarakat secara berkala. Perusahaan juga terus mendampingi warga, baik yang sudah kembali ke rumah maupun yang masih di rumah sakit," ujar Arif.

Saat ini sambung Arif, salah satu pasien di RSUZA Banda Aceh dan beberapa warga lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud telah diperbolehkan pulang. Sementara beberapa warga masih mendapatkan perawatan.

Baca: Puluhan Warga Aceh Timur Tumbang, PT Medco Diminta BertanggungJawab

"Perusahaan berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dan masyarakat sehingga kejadian ini dapat teratasi," ucap Arif.

Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS yang dikonfirmasi MODUSACEH.CO Rabu malam menuturkan, dari 17 warga yang dirawat inap di rumah sakit itu sebanyak 9 orang telah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Sedangkan sisanya 8 orang masih mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit dr Zubir Mahmud, sedangkan yang dirawat di Puskesmas Banda Alam kondisinya juga sudah membaik.

"Yang masih dalam perawatan di rumah sakit sebanyak delapan orang pasien, dan kondisinya sudah membaik," ujar dr Edi Gunawan.

Sebelumnya pada Jumat 9 April 2021 lalu, sejumlah warga Desa Panton Rayeuk T di Kecamataan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur diduga keracunan gas yang berasal dari dampak asap dari kegiatan flaring (pembakaran gas) perusahaan PT Medco E&P Malaka.

Itu diduga akibat perusahaan tersebut melakukan pembersihan salah satu sumur gas yang biasa dilakukan PT Medco E&P Malaka dalam setahun sekali untuk meningkatkan produksi perusahaan itu.

Efek dari flaring itu menyebabkan puluhan warga menderita sesak nafas, pusing dan juga muntah-muntah akibat tercium bau busuk yang menyengat dari pembakaran gas itu, yang dilakukan oleh perusahaan Medco E&P Malaka.

Bahkan satu orang warga bernama Raliah (58), dilaporkan muntah dan keluar darah, sehingga terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh.

Dari data yang diperoleh media ini, tak kurang sebanyak 57 orang terpaksa harus mendapatkan perawatan medis akibat kejadian itu, sedangkan warga yang mengungsi lebih kurang sebanyak 250 jiwa di lokasi dekat kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur.***

Komentar

Loading...