Pasca Digusur, Pedagang Ikan Dusun Capa Utara Bireuen Mengadu ke Dewan

Pasca Digusur, Pedagang Ikan Dusun Capa Utara Bireuen Mengadu ke Dewan
Penulis
Rubrik

Bireuen | Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL), baik pedagang sayur maupun ikan di kawasan Pasar Ikan lama atau Blok PJKA, Dusun Capa Utara, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, mendatangi Kantor DPRK Bireuen, Kamis sore.

Kedatangan mereka untuk mengadu nasib kepada wakil rakyat itu pasca tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen, yang telah menggusur lapak dagangan meraka.

Akibat penggusuran itu, para pedagang tersebut, tidak dapat berjualan lagi.

Kepada wakil rakyat Bireuen, mereka minta agar dapat kembali berjualan sampai waktu selesainya hari lembaran Idul Adha 1441H nanti.

Memang, lapak yang mereka tempati itu telah dipindahkan Pemerintah Kabupaten Bireuen ke Pasar Induk di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang.

Sebab, lapak yang ditempati di Blok PJKA tadi telah beberapa kali digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen.

Alasannya, untuk  penataan  dan keindahan Kota Bireuen serta kehadiran lapak itu dianggap kumuh.

Maidinanur perwakilan dari pedagang menyebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen sendiri tidak menyadari bila bekas gedung pasar dibiarkan begitu saja akan menjadi kumuh.

Di sisi lain mereka juga menyampaikan soal pedagang lain di Jalan Pengadilan Lama yang menggelar dagangannya sampai ke badan jalan, termasuk adanya penambahan bangunan toko yang melanggar IMB oleh pemerintah daerah. Tapi kesannya, seolah-olah dibiarkan tanpa adanya penertiban yang tegas.

Pantauan media ini, atas pengaduan itu Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos langsung menanggapinya. Bersama anggota lainnya, ia berjanji akan duduk kembali dengan eksekutif.

Usai salat magrib, Ketua Komisi II Munazir Nurdin atau yang akrab disapa Boh Manok serta   Surya Yunus (anggota Komisi II) dan Zulfikar Apayub serta Amriadi dari Daerah Pilihan I Bireuen, akan turun ke lokasi yang dibicarakan tadi.

Kepada media ini, Zulfikar Apayub  mengaku, pihaknya akan menyuruti Dinas Perdagangan dan Koperasi serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen untuk mempertanyakan persolan itu.

“Kitakan tidak bisa mendengar sepihak dulu, setelah mendengan dari dinas terkait itu baru bisa ambil kesimpulan,” jelasnya.***

Komentar

Loading...