Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Belasan Miliar Dana APBN Dikucurkan

Pasar Induk Terpadu Kota Lhokseumawe Terbengkalai dan Mulai Rusak

Pasar Induk Terpadu Kota Lhokseumawe Terbengkalai dan Mulai Rusak
Gedung Pasar Induk Terpadu di Gampong Ujung Blang (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe |  Meski belasan miliar dana dari APBN dikucurkan untuk pembangunan Gedung Pasar Induk Terpadu di Gampong Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Namun hingga kini pasar tersebut belum juga difungsikan.

Alasan utama adalah, karena kondisi wabah corona (Covid-19) saat ini sehingga menjadi terbengkalai dan mulai rusak pada bagian tertentu.

Sebelumnya, pasar ini diresmikan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya awal tahun 2020. Tapi tetap saja tidak mampu difungsikan. Akibatnya, kondisi fisik gedung ini banyak mengalami kerusakan.

Misal, beberapa bagian mulai runtuh, retak dan sejumlah kaca pecah. Di lokasi lainnya, juga sudah banyak ditumbuhi semak belukar, rumput liar dan ilalang. Sehingga terkesan seperti lokasi angker, lantaran tak pernah terjamah manusia atau sudah lama ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Data yang dihimpun media ini dari berbagai sumber menyebutukan. Hampir setiap tahun dana APBN digelontorkan untuk menampung proyek Gedung Pasar Induk Terpadu ini. Misal, tahun 2015 berjumlahRp2,75 miliar lebih.

Berlanjut tahun 2016 atau tahap II (Rp4,85 miliar lebih. Tahap III (2017) dengan pagu Rp2,5 miliar dan tahun 2018 dengan nama paket Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Induk Terpadu, Rp5,80 miliar.

Selain itu, tahun 2018 juga ada paket Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Ujong Blang nilai pagu dan HPS paket Rp5,68 miliar lebih yang bersumber dari APBN.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, T. Adnan membenarkan kondisi gedung pasar induk terpadu masih terbengkalai dan belum berfungsi seperti yang diharapkan.

Namun, untuk sementara waktu agar tidak terbengkalai dan menjadi liar, Pemerintah Kota Lhokseumawe menempatkan petugas jaga malam. Tujuannya, untuk mengawasi dan menjaga Gedung Pasar Induk Terpadu ini. Sehingga tidak terjadi perusakan atau pencurian aset.

Selain itu, Pemko Lhokseumawe juga sudah berusaha semaksimal mungkin alias tidak pernah berhenti untuk dapat mengfungsikan gedung pasar tersebut.

Usaha terakhir,  Pemko Lhokseumawe menyerahkan tugas pengelolaan untuk mengfungsikan pasar itu kepada Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL).

Sekda mengaku, sebelumnya sudah ada calon investor yang berminat untuk memanfaatkannya sebagai gudang atau kebutuhan lainnya dengan sistem pengelola bagi hasil atau perjanjian sewa menyewa serta keuntungan untuk Pemko Lhokseumawe.

Sayangnya, impian itu tak juga dapat diwujudkan dengan alasan kondisi pandemi Covid-19. “ Kita serahkan pengelolaan pasar itu pada PDPL. Saat itu sudah ada calon investor. Namun gagal karena kondisi corona sehingga kami harus mengalihkan fokus perhatian pada masalah penanganan Covid-19,” ujarnya.

Sekdako berharap, situasi dan kondisi pandemi ini aka segera berakhir agar pihaknya dapat kembali fokus melanjutkan hubungan kerjasama dengan calon investor yang sempat tertunda sebelumnya.***


Miliaran rupiah dana APBN digelontorkan untuk pembangunan Gedung Pasar Induk Terpadu Di Desa Ujung Blang Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, namun tetap saja tidak berfungsi dan terbengkalai.

Komentar

Loading...