Pasal Berlapis Polres Aceh Barat Tetapkan Tgk. Zahidin Cs Tersangka

Pasal Berlapis Polres Aceh Barat Tetapkan Tgk. Zahidin Cs Tersangka
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat (Foto: Juli Said)i

Meulaboh | Polres Aceh Barat menetapkan Tgk. Zahidin alias Tgk Janggot sebagai tersangka. Selain Tgk. Zahidin, Polres Aceh Barat juga menetapkan dua tersangka lain, yakni Abdul Azis dan Akrim.

Penetapan tiga tersangka tersebut dilakukan Polres Aceh Barat, setelah meminta keterangan 15 saksi, termasuk saksi ahli pidana dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Tgk. Janggot Cs ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal berlapis, sesuai Kita Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Adapun pasal yang disangkakan terhadap Tgk. Zahidin Cs, yakni Pasal 335 atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Selain itu, Polres Aceh Barat menetapkan Tgk. Janggot Cs sebagai tersangka dengan Pasal 311, terkait dugaan penistaan terhadap orang lain.

Kemudian Pasal 310 atas dugaan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang. Lalu ada pula Pasal 207 atas dugaan menghina penguasa yaitu Bupati Aceh Barat Ramli Mansur Ali Siti Hajar (Ramli MS).

“Ini pasal berlapis,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap, di ruang kerjanya, Selasa.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat juga menegaskan, penetapan tiga tersangka tersebut, setelah penegak hukum memerika saks-saksi, termasuk saksi ahli hukum pidana dan juga saksi yang ada nama di kwintasi hutang, yaitu T. Idrus alias Rawon.

“Kita tetapkan mereka tersangka sesuai aturan, gelar perkara sudah, saksi ahli juga sudah kita periksa,” kata Kasat Resrim AKP Parmohonan Harahap.

Polres Aceh Barat juga menggali keterangan saksi terkait, sutradara tagih hutang di Pendopo Bupati Aceh Barat Ramli MS. Dari keterangan saksi, diketahui ada sosok Akrim di balik tagih hutang tersebut.

“Datang ke sana (Pendopo) sudah direncakanakan, direkam, perintah Akrim buat ribut, itu keterangan saksi, ada satu saksi yang kita periksa,” tegasnya.

Nah, penetapan tiga tersangka dimaksud, diakui Kasat Reskrim Polres Aceh Barat berdasarkan dua alat bukti yang cukup, berupa keterangan saksi-saksi dan surat yang di dibawa terlapor saat kejadian di Pendopo Bupati Aceh Barat, 18 Februari 2020 lalu.***

Komentar

Loading...