Pantai Mantak Tari Ditutup, Pedagang Datangi Dinas Pariwisata

Pantai Mantak Tari Ditutup, Pedagang Datangi Dinas Pariwisata
Foto: Amiruddin

Sigli | Setelah lokasi Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, ditutup oleh sebagian warga di daerah itu.

Puluhan pedagang warga Gampong Mentak Raya, mendantangi Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Kamis (1/8/2019)

Kedatangan mereka untuk meminta dinas terkait agar membuka kembali Pantai Mantak Tari. Sebab selama ini dengan banyak pengunjung membuat para pedagang kecil di sana dapat menambah pendapatannya setiap hari.

Kedatangan pedagang, paska penutupan lokasi wisata oleh orang tak dikenal karena dianggap melanggar syariat Islam, sehingga menyebabkan mereka tidak bisa lagi berjualan.

"Selama ini kami berjualan tidak pernah terjadi perbuatan yang melanggar syariat Islam yang dilakukan pengunjung. Jadi kami pikir penutupan lokasi wisata ini terkesan ada kepentingan pribadi," kata Zuriati salah satu pedagang asal Gampong Mentak Raya.

Zuriati meminta kepada pihak Disparbudpora agar membuka kembali lokasi wisata pantai mentak tari yang telah ditutup orang tak dikenal agar para pedagang dapat berjualan kembali seperti biasanya.

"Dengan kami berjualan di lokasi wisata setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Zuriati mewakili para pedagang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Parbudpora Pidie Apriadi, mengatakan, pihaknya sangat mendukung permintaan masyarakat agar lokasi wisata Mantak Tari dibuka kembali.

Namun karena telah ditutup secara spontan seperti itu, tentunya dinas secara sepihak tidak bisa membuka objek wisata tersebut.

"Karena objek wisata berada di wilayah mereka sendiri, tentunya harus ada kesepakatan bersama. Jadi, kita akan duduk kembali dengan pihak Muspika setempat, tokoh Dayah dan tokoh ulama untuk mencari solusi agar lokasi objek wisata dapat diakses kembali secara umum," paparnya.

Menurut Apriadi, jika alasan wisata tersebut ditutup karena menimbulkan kemaksiatan maka tidak mungkin karena hampir setiap hari ramai dikunjungi masyarakat.

Jadi, secara logika tidak mungkin dilakukan perbuatan maksiat di tempat ramai.

"Tadi masyarakat selaku pedagang telah manyampaikan, untuk menjaga tidak terjadi perbuatan maksiat. Karen na Aceh daerah syariat Islam, tentunya kita semua tidak ingin menjual harga diri dengan melanggar syariat Islam," ujarnya.***

Komentar

Loading...