Pansus DPRA Surati BPK Minta Audit Ulang Dua Proyek APBA 2015

Pansus DPRA Surati BPK Minta Audit Ulang Dua Proyek APBA 2015
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Panitia Khusus (Pansus) Daerah Pemilihan II meliputi Pidie dan Pidie Jaya, Selasa (20/09/2016) resmi menyurati Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Aceh.

Dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua DPR Aceh Dalimi, Surat Bernomor: 910/1791 dan bersifat segera dilayangkan  6 September 2016 lalu. Dewan meminta BPK RI melakukan audit lanjutan, terutama terhadap proyek pembangunan dan peningkatan Embung Lhokseumani, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie.

Permintaan Pansus II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk audit ulang pembangunan Embung Lhokseumani senilai Rp 1,5 miliar lebih itu, berdasarkan rekam jejak yang diberikan Dinas Pengairan Aceh, Embung Lhokseumani itu fungsional.

Namun, saat DPR Aceh melihat langsung ke lapangan, ternyata proyek tersebut sama sekali tidak fungsional. “Alias malapetaka bagi masyarakat Lhokseumani,” kata anggota dewan, dalam laporan pansusnya.

Selain itu, Pansus II DPR Aceh juga menilai, hasil pengerukan embung tidak dibuang jauh, sehingga embung jadi sempit. Lalu, pekerjaan pembesihan dinding proteksi tanggul terkesan dibuat asal jadi-tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada.

Kedua pembangunan RKB SMK Negeri 1 Ulim, Kabupaten Pidie Jaya. Anggota Pansus II Nurlelawati mengatakan, anggaran pembangunan SMK Negeri 1 Ulim bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) 2015, senilai Rp 600 juta lebih.

Saat Pansus II ke lapangan, gedung RKB belum fungsional. Proyek yang dikerjakan CV. Karya Bersama, kata Nurlelawati, hanya rampung 51 persen . “Kami berharap BPK RI dapat melaksanakan permintaan audit ulang dua proyek tersebut,” kata Dalimi dan Nurlelawati, di DPR Aceh, Banda Aceh, Selasa (27/09/2016.

Komentar

Loading...