Usul Irwandi Jalani Sisa Hukuman di Aceh

Panggung Kosong Untuk Karimun Usman

Panggung Kosong Untuk Karimun Usman
Karimun Usman (Foto: Dialeksis.com)
Rubrik

Pekan lalu, nama Karimun Usman, mantan Ketua DPD PDIP Aceh, sempat mencuat di media pers. Kabarnya, politisi “gaek” ini mengusulkan kepada Kemenkumham RI agar Irwandi Yusuf dapat menjalani sisa hukumannya di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Aceh. Sayang, gayung tak bersambut. Irwandi justeru mengaku lebih nyaman di Lapas Suka Miskin, Bandung, Provinsi Jawa Barat. Wartawan MODUSACEH.CO, Muhammad Saleh, menulisnya untuk Fokus pekan ini.

MODUSACEH.CO | USIA boleh tua dan tak muda lagi alias sudah 77 tahun (1943- 2020). Namun, jangan tanya soal penampilan dan semangat. Bisa jadi mengalahkan anak muda, bahkan kaum milenial.

Ibarat vocalis muda berbakat yang kerap tampil pada pertunjukkan akbar di pentas gemerlap. Begitulah Karimun Usman kerap bersuara, dari A hingga Z. Terkesan dia sebagai politisi bertalenta (serba bisa dan tahu), kaya pengalaman serta sangat berjasa terhadap pembangunan infrastruktur di Aceh.

Padahal kalau mau jujur, dari sederet kontestasi Pileg di negeri ini, hanya satu periode (1999-2004), Karimun Usman terpilih sebagai anggota DPR RI Fraksi PDIP, mewakili Aceh di Senayan, Jakarta. Itu pun karena Aceh dalam kondisi konflik bersenjata antara GAM dengan Pemerintah Indonesia, sehingga nyaris tak ada Pemilu di Aceh ketika itu.

Selebihnya, dia tak mampu mendulang suara seperti yang disyaratkan. Termasuk pada Pileg 2019 lalu. Karimun kembali menuai kegagalan sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 1.

Menariknya, walau terkadang pendapat dan komentarnya diluar konten. Namun, masyarakat, khususnya politisi muda di Aceh mengaku dapat maklum.

Sebab, bagaimana pun, pengaruh faktor usia adalah sunatullah bagi seorang manusia. Apalagi sudah 77 tahun, tentu sudah banyak kekurangan. Salah satu yang paling menahun adalah; penyakit lupa alias pikun atau dalam bahasa Aceh disebut; jawai?

Lebih parah lagi bagi orang atau pejabat tertentu. Pada usia dimaksud biasanya mengidap penyakit; post power syndrome (suatu kondisi kejiwaan yang umumnya dialami orang-orang yang kehilangan kekuasaan atau jabatan yang diikuti dengan menurunnya harga diri).

Lantas, bagaimana dengan usulan Karimun Usman agar Irwandi Yusuf dapat menjalani sisa hukumannya di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Aceh? Sayang, “lagu” yang dilantunkan Karimun pada panggung kali ini, tanpa didampinggi orkestra (kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama) sehingga tanpa harmoni alias fals (tidak sesuai).

Seperti diwartakan laman Serambinews.com, Sabtu, 9 Mei 2020. Permintaan itu disampaikan Karimun Usman kepada Menkumham Yasona Laoly, pejabat yang berwenang memindahkan tempat penahanan.

"Iya saya sudah sampai kepada Menkumham, agar Pak Irwandi Yusuf dipindahkan dari LP Sukamiskin ke Banda Aceh," kata Karimun Usman di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2020 siang.

Permintaan Karimun memang bukan tanpa alasan. Sebab, Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh,  menjalani hukuman tujuh tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider kurungan tiga bulan penjara. Irwandi Yusuf juga dihukum pidana tambahan berupa pencabutan hak  politik selama lima tahun menjalani hukuman kurungan.

Putusan berkekuatan hukum tetap ini tertuang dalam  putusan  Mahkamah Agung (MA) bernomor 444K/Pid.Sus/2020 pada 13 Februari 2020.

Putusan tadi memperbaiki Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 24/Pid.Sus-TPK/2019/PT.DKI pada 8 Agustus 2019 yang mengubah Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Nomor 97/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Pst pada 8 April 2019.

Karimun Usman mengatakan, usulan pemindahan Irwandi ke Aceh merupakan pendapat pribadinya, setelah mempertimbangkan berbagai hal. Misal, Irwandi Yusuf sebagai tokoh dalam proses perdamaian Aceh di Helsinki 15 Agustus 2005. Ia dinilai banyak berjasa dalam pembangunan Aceh.

"Kalau menjalani tahanan di Aceh, maka bagi kerabat akan mudah menjenguk Irwandi Yusuf dan lebih dekat dengan keluarga dan handai tolan," kata Karimun Usman.

Namun, “nyanyian” Karimun tak bersambut alias bertepuk sebelah tangan. Buktinya, Irwandi sendiri mengaku lebih nyaman dan senang menjalani hukumannya di Suka Miskin, Bandung.

Selain itu, Irwandi juga mengaku bahwa Karimun Usman tidak mengkonfirmasi pada dirinya, sebelum mengeluarkan pernyataan.

"Perihal heboh saya minta mutasi ke Lapas Banda Aceh dapat saya jelaskan, saya tidak minta dipindahkan ke Aceh. Pak Karimun tidak pernah menghubungi saya sebelumnya. Tahu tahu saja sudah heboh. Saya lebih nyaman di Suka Miskin sebab di sini zero Covid-19 dan tidak over kapasitas," tulis Irwandi pada sepucuk surat.

20200511-bw

Nah, surat tulis tangan ini pun dikirim seseorang pada WhatsApp (WA) pribadi saya. Seketika saya teringat tentang Karimun Usman. Wajahnya melintas, diantara alunan lirik Iwan Fals, yang mengalun di ruang kerja.

Kamu yang sudah tua, apa kabarmu. Katanya baru sembuh, katanya sakit. Jantung, ginjal, dan encok, sedikit sarap. Hati-hati Pak Tua istirahatlah. Diluar banyak angin. Kamu yang murah senyum, memegang perut. Badanmu s'makin tambun memandang langit. Hari menjelang magrib, Pak Tua ngantuk. Istri manis menunggu, istirahatlah. Diluar banyak angin. Pak Tua sudahlah. Engkau sudah terlihat lelah. Pak Tua sudahlah. Kami mampu untuk bekerja. Pak Tuaa.... Alamak!

Komentar

Loading...