Saat Silaturahmi Bersama Wartawan

Pangdam IM Mayjen TNI Abdul Hafil: Lapangan Blang Padang Milik Kodam! 

Pangdam IM Mayjen TNI Abdul Hafil: Lapangan Blang Padang Milik Kodam! 
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Senin, 7 Mei 2018, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, SH., SIP., MH melakukan silaturahmi dengan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Pendopo Pangdam, Blang Padang, Banda Aceh.

Pada sisi tanya jawab, diberikan kesempatan pada awak media untuk menanyakan langsung sejumlah pertanyaan. Nah, ada seorang wartawan menanyakan status kepemilikan Lapangan Blang Padang. Apakah milik Pemerintah Aceh atau milik Kodam Iskandar muda?

Menjawab pertanyaan tersebut, Mayjen Abdul Hafil Fuddin tegas mengatakan; Lapangan Blang Padang merupakan milik Kodam Iskandar Muda!

"Untuk apa kita ungkit- ungkit lagi pemiliknya? Apakah setelah dimiliki Kodam akan dibawa ke Pulau Jawa, tidak kan?. Sekarang bagaimana menjadikan Blang Padang sebagai icon. Sama-sama kita menjaga dan masyarakat bisa memanfaatkan lapangan itu," tegasnya.

Menurutnya, dalam aturan kemiliteran. Aset-aset yang merupakan peninggalan Belanda atau tempat yang pernah digunakan Gubernur Hindia-Belanda, mutlak menjadi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Jadi bukan Blang Padang saja. Meseum, Ajong Mon Mata, Pendopo, juga merupakan peninggalan Gubernur Hindia-Belanda. Saya sudah bilang pada Pak Gubernur (Irwandi Yusuf), jangan tanyakan siapa yang punya? Tapi, mari sama-sama kita kelola dengan baik, karena ini merupakan milik rakyat Aceh," ungkap putra asli Aceh Selatan itu.

20180507-jogging-di-blang-padang

Warga Kota Banda Aceh berolahraga di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Ke depan, pihaknya telah membuat perencanaan pembangunan dan pengelolaan Lapangan Blang Padang secara baik. Pihaknya akan melakukan penertiban pedagang di sana yang dinilai tidak tertata dengan rapi,  sehingga, akan lebih indah dan asri. "Jangan seperti sekarang ini. Banyak pedagang yang berjualan dan terkesan tidak indah. Waktu kita lari, yang tercium bukan bau makan, padahal warga datang ke situ mau mencium udara yang asri," ujarnya.

Dia merencanakan, nantinya akan dibuat dua kantin, di sisi kiri dan kanan. Satu kantin akan dikelola Kodam Iskandar Muda, dan satu kantin lagi dikelola Baitul Mal Aceh.

Dalam kesempatan itu, Pangdam Abdul Hafil juga meminta wartawan untuk jeli melihat persoalan sebelum menulis, sehingga tidak memancing dan memperkeruh suasana. "Saya percaya, pena wartawan itu sangat tajam. Makanya, saya sarankan dalam penulisannya, selain menggunakan 5W+H, ditambah lagi S (security). Setelah melewati itu semua, baru diterbitkan," harapnya.

Sebagai contoh, dalam pembahasan APBA 2018 yang masih belum mencapai kata sepakat antara Gubernur dan DPR Aceh. Dia meminta media objektif memberitakan, sehingga mendorong kedua belah pihak untuk berdamai.

"Karena yang kita sayangkan adalah masyarakat Aceh. Kalau deadlock, semua menjadi korban. Namun, saya mengucapkan terimakasih pada wartawan, karena baru satu bulan saya di Aceh, sudah dikenal dimana- mana. Terimakasih wartawan," ujar Jendral Bintang Dua itu mengakhiri penjelasannya.***

Komentar

Loading...