Dies Natalis Ke-VI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Orasi Ilmiah Disampaikan Doktor Perempuan Termuda

Orasi Ilmiah Disampaikan Doktor Perempuan Termuda
Sullati Armawi saat orasi Ilmiah.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Milad Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Ke-VI, Rabu (30/9/2020) dilaksanakan dengan rapat senat terbuka.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kampus di Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

Selain ada peserta yang hadir langsung di aula, juga mengikuti acara melalui platform Zoom.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr. Inayatillah, M. Ag menekankan pentingnya kontekstualisasi pengetahuan Islam di era digital melalui kajian turats.

Kajian turats yang merupakan warisan manuskrip yang berbentuk kitab klasik dan tradisi lisan dari ulama terdahulu.

"Nantinya akan menjadi distingsi bagi STAIN Meulaboh, " ujarnya.

Dalam perhelatan milad kali ini, orasi ilmiah disampaikan akademisi perempuan Sullati Armawi, doktor perempuan termuda di bidang pendidikan Bahasa Arab yang dimiliki STAIN Meulaboh.

Dalam orasinya, Sullati yang juga alumni Universitas Tunis, Tunisia mengusung tema tentang moderasi beragama sebagai pilar utama moralitas bangsa.

Ia mengatakan, saat ini banyak berita tidak benar atau hoax yang sering diakses generasi muda.

Akibatnya, informasi tidak baik ini bisa mengancam keutuhan bangsa dan memecah belah agama di Indonesia.

“Moderasi beragama memberi pelajaran untuk berpikir dan bertindak secara bijaksana, tidak fanatik dan obsesif dan menghargai agama orang lain” ujarnya.

Sullati Armawi lahir di Ladang Rimba, Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, 20 Juni 1989.

Akademisi perempuan ini  menyelesaikan studi S1 di UIN Ar Raniry, S2 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan studi S3 di Universitas Tunis, Tunisia.

Dalam kesempatan itu pula, 3 doktor baru di peusijuk (tampung tawar) secara adat Aceh di STAIN, yakni Dr Herman, Dr Andi Syahputra dan Dr. Sullati Armawi.***

Komentar

Loading...