Olah Raga Tradisional Geudeu-geudeu Hipnotis Penonton

Olah Raga Tradisional Geudeu-geudeu Hipnotis Penonton

Sigli | Geudeu-geudeu merupakan olah raga tradisional dari Kabupaten Pidie. Dimana olah raga tradisional ini sering digelar usai panen padi dan tempatnya di persawahan. Sehingga mudah dalam beratraksi, olah raga geudeu-geudeu itu digelar sejak pulul 15.14 WIB dan berakhir pukul 16.20 WIB.

Namum geudeu-geudeu yang digelar di Lapangan Merdeka Simpang Tiga, Pidie, Selasa (29/10/2019) itu mendapat sambutan histeris dari para penonton. Bahkan bukan hanya masyarakat, namun Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail dari Partai Aceh (PA) sangat terhibur saat menyaksikan olah raga tradisional tersebut.

Ada tiga tim yang ikut geudeu-geudeu, yaitu tim dari Kecamaran Peukan Baro, Kecamatan Indrajaya dan tuan rumah Kecamatan Simpang Tiga. Tim Simpang Tiga yang dimotori Muzakkir mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, memiliki segudang atlit geudeu-geudeu.

Pada pertandingan geudeu-geudeu dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke 91. Kecamatan Peukan Baro keluar sebagai juara I dengan nilai 542, disusul Kecamatan Simpang Tiga juara II dengan perolehan nilai 510 dan Kecamatan Indrajaya meraih juara ke III dengan jumlah nilai 501.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRK Pidie, Pidie Mahfuddin Ismail kepada MODUSACEH.CO, Selasa (29/10/2019), mengatakan, geudeu-geudeu merupakan olah raga tradisional. Artinya harus dilestarikan dan diupayakan setiap tahun digelar mengingat antusiusnya masyarakat dalam menyaksikan budaya tersebut. "Saya terhipnotis melihat permainan ini," tuturnya.

Pihaknya sangat setuju jika pemerintah menganggarkan dana setiap tahun untuk pembinaan olah raga geudeu-geudeu. Sebab geudeu-geudeu merupakan adat dan budaya masyarakat Pidie setelah panen padi. Bahkan pergelaran geudeu-geudeu sering dilakukan oleh orang tua terdahulu di persawahan. "Saya yakin olah raga ini nanti nya akan digemari oleh semua kalangan," tutur Mahfuddin Ismail politisi Partai Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Pidie, Apriadi, kepada MODUSACSH.CO, menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada semua yang terlibat sehingga festival geudeu-geudeu sukses dilaksanakan. "Kita akan jadikan agenda tahunan olah raga tradisional ini," paparnya.

Kemudian kata Apriadi, geudeu-geudeu merupakan olah raga sejarah yang perlu dilestarikan. Sehingga anak muda melenial mengenal budaya endatu, supaya mereka tahu geudeu-geudeu itu olah raga termasyur di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Tidak di daerah lain olah raga yang memiliki keunikan tersebut. Uniknya pemain banyak orang tua-tua dan setiap satu tim terdiri dari 12 orang. "Kita butuh dukungan dari semua pihak agar olah raga ini terus kita bina," ungkap Apriadi mantan penjaga gawang PSAP Sigli.***

Komentar

Loading...