Terkait Teror dan Ancaman Akrim Terhadap Wartawan MODUSACEH.CO

Oknum TNI Bernama Suyatno Yang Jemput Aidil  

Oknum TNI Bernama Suyatno Yang Jemput Aidil  
teror dan ancaman (Foto: Ilustrasi/geosiar.com)
Rubrik

Banda Aceh | Aksi teror dan ancaman pembunuhan yang dilakukan Akrim, Direktur PT. Tuah Akfi Utama, Kabupaten Aceh Barat. Diduga, ikut melibatkan Suyatno, seorang oknum prajurit TNI-AD dari Kodim 0105/Aceh Barat.

Sebab, Suyatno alias Yatno lah yang menjemput dan mengajak Aidil ke Kantor Fortil (Forum Tiga Wilayah) Gp. Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, tempat kejadian perkara (TKP).

Ceritanya begini, Minggu, 5 Januari 2020, sekira pukul 01.00 WIB, Aidil dihubungi terlapor (Akrim) melalui telpon seluler (HP) dan meminta dia datang kantor.

20200106-akrim

Akrim (Foto: Ist)

Tujuannya, untuk mengklarifikasi masalah pemberitaan yang dimasukan Aidil pada MODUSACEH.CO, mengenai masalah yang terjadi di Wilayah Gp. Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya.

Saat itu, karena sedang bersama tamu, Aidil mengaku tidak bisa datang ke Kantor Akrim. Nah, tak lama kemudian, Akrim menyuruh “anak buahnya” untuk menjemput Aidil dan membawanya ke kantor.

Ketika itu, salah satu “orang suruhan”Akrim untuk menjemput Aidil adalah Suyatno, oknum prajurit TNI-AD setempat.

Saat itu, kepada Aidil dia menjamin bahwa korban tidak akan disentuh (dipukul). Namun, faktanya berbanding terbalik. Ketika Aidil tiba di TKP, Akrim langsung mengancam Aidil dan memaksa untuk mendatangani surat yang berbunyi: "ayo kita duel kalau kamu menang masalah ini sudah selesai dan sampai di sini”.

Lalu, Aidil juga dipaksa untuk mendatangani surat perjanjian di atas materai 6000 (enam ribu). Namun, dia tak mengubrisnya.

Seketika, Akrim mengeluarkan satu senpi bewarna hitam dan berkata; " kamu sudah liat kan punya saya, nanti kalau kamu tidak menyelesaikan masalah ini, dengan punya saya ini (senpi) kamu saya bunuh," ancam Akrim.

Atas kejadian tersebut, Aidil  melaporkan ke SPKT Polres Aceh Barat untuk pengusutan selanjutnya.

Bergerak cepat, Kanit Opsnal Polres Aceh Barat beserta anggota langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terlapor (Akrim) di Polres Aceh Barat. Dan dari keterangan terlapor, barang bukti (BB) yang digunakan Akrim telah diamankan saksi Suyatno.

Selanjutnya petugas menghubungi Suyatno untuk datang Polres Aceh Barat, Senin, sekira pukul 03.00 WIB. Lalu, Suyatno tiba di Polres Aceh Barat dengan menyerahkan barang bukti (BB) satu manjis berbentuk senjata api jenis revolver warna silver gagang warna hitam.

Benarkah? Inilah yang perlu didalami penyidik. Misal tidak mudah percaya dengan BB yang dibawa Suyatno. Sebab, saat Akrim mengancam Aidil, saksi Suyatno ikut melerai agar Akrim tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.

Kecuali itu, dari dari semua perbuatan tadi, yang jadi pertanyaan besar adalah, mengapa Suyatno yang mengajak dan menjemput Aidil dan membawanya ke Kantor Akrim?

Kedua, adakah hubungan pekerjaan dan bisnis antara Suyatno seorang prajurit TNI-AD dengan Akrim? Disebut-sebut, selama ini Suyatno “merangkap” sebagai petugas pengamanan tertutup (Pamtup) Akrim.

Jika benar, apakah tugas Suyatno tadi atas perintah atasan atau memang bertindak sendiri, diluar perintah dan komando?***

Komentar

Loading...