Oknum Pegawai Kontrak Diduga Cabuli Anak di Simeulue, Sekda: Jika Terbukti Kita Berhentikan

Oknum Pegawai Kontrak Diduga Cabuli Anak di Simeulue, Sekda: Jika Terbukti Kita Berhentikan

Simeulue | "Apabila terbukti melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Maka BA yang juga seorang pegawai kontrak di salah satu instansi milik Pemerintah Kabupaten Simeulue ini akan kita berhentikan."

Penegasan ini disampaikan Ahmadlyah, SH, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simeulue, 1 September 2020 di Sinabang. Itu disampaikan menanggapi adanya seorang tenaga kontrak yang ditangkap polisi karena diduga melakukan perbuatan cabul pada anak di bawah umur.

Ahmadlyah menghimbau pada Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak, serta bakti, agar menjaga sikap dalam berprilaku, jangan membuat malu instutusi, serta diri sendiri. Sebab, apabila terbukti melakukan tindakan yang melanggar peraturan dan hukum. Pemkab Simeulue tidak akan melakukan pembelaan.

"Jaga sikap, jangan permalukan diri dan tempat kerja anda, jadilah contoh bagi masyarakat," tegas Ahmadlyah.

Ahmadlyah, SH, Sekda Simeulue

Sebelumnya diberitakan, Tim Elang Resmob dari Satreskrim Polres Simeulue menangkap BA, warga Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue yang diduga telah melakukan perbuatan cabul pada anak berinisial Bunga (15).

Perbuatan cabul yang dilakukan BA yang juga seorang tenaga kontrak di sebuah instansi pemerintah Simeulue itu dilakukan di rumahnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Simeulue Ipda Muhammad Rizal, SE, SH. Pelaku tindak pidana perbuatan cabul tadi dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan Peraturan Pemerintah peganti Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2016. Tentang perubahan kedua Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 menjadi Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang ditetapkan menjadi Undang-undang.

"Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini pelaku telah kita amankan di Mapolres," ucap Muhammad Rizal.***

Komentar

Loading...