Breaking News

Oh No! Proyek 'Tempat Liburan' Pangeran Abu Dhabi di Aceh Batal Diteken

Oh No! Proyek 'Tempat Liburan' Pangeran Abu Dhabi di Aceh Batal Diteken
Gubernur Aceh di Dubai (Foto: Humas Pemerintah Aceh)
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Banda Aceh I  Nama Aceh kian mencuri perhatian karena proyek tempat liburan Pangeran Abu Dhabi. Tapi sayang, wacana itu tak jadi terwujud.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) Murban Energy, Uni Emirat Arab (UEA) dengan Pemerintah Aceh terkait investasi di Pulau Banyak batal dilakukan. Perjanjian itu seharusnya diteken 2 November lalu Dubai.

"Secara tentatif jadwal penandatangan telah disiapkan pada 2 November 2021, namun sampai waktu tersebut pihak KBRI belum mendapatkan respons kepastian dari pihak Murban Energy," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA, Sabtu (6/11/2021).

Muhammad menjelaskan, MoU itu merupakan rencana bersama Pemerintah Aceh serta pemerintah pusat. Penyiapan Draft MoU telah dibahas lintas Kementerian di bawah inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Setelah draft MoU selesai, kata Muhammad, lalu dikirimkan ke pihak Murban Energy melalui KBRI di Abu Dhabi sesuai permintaan pihak investor. Setelah itu, diagendakan penandatanganan dilakukan bersamaan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke Abu Dhabi dan Dubai 1-5 November.

"Rencana itu sudah mendapatkan sambutan dari pihak Murban Energy, terutama dari Direktur Eksekutif Murban Energy sendiri yang sudah dua kali ke Pulau Banyak, Singkil terkait rencana investasi ini," jelas Muhammad.

Menurut Muhammad, Duta Besar RI di Abu Dhabi mengundang Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk berangkat ke Abu Dhabi dan Dubai pada 1-5 November. Undangan itu dikirimkan ke Pemerintah Aceh 28 September lalu.

"Undangan itu sangat jelas disebutkan terkait kunjungan Presiden RI ke Abu Dhabi dan Dubai, yang salah satu hal penting adalah terkait kelanjutan rencana investasi perusahaan UAE Murban Energy di Pulau Banyak, Singkil," ujar Muhammad.

"Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Duta Besar telah melakukan koordinasi dengan pihak Murban Energy dan secara prinsip telah setuju untuk melakukan penandatanganan MoU, dan pihak Murban Energy akan menyampaikan tentatif setelah melakukan kajian dan analisis terhadap draft MoU yang telah mereka terima," lanjutnya.

Dia menyebutkan, pasca-tertundanya penandatanganan, pihak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh sebagai bagian dari delegasi RI memberikan keleluasaan bagi Murban Energy untuk melakukan kajian dan analisis terhadap rencana investasi tersebut yang mungkin masih memerlukan waktu tambahan.

Sebelumnya, UEA kepincut dengan pesona kawasan Singkil di Aceh. Dalam kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui Maret lalu, salah satu perusahaan asal UEA menyatakan minat untuk mengembangkan resor pariwisata di Aceh.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan rencana mengawinkan potensi Aceh dan investasi Arab semakin nyata. Luhut menyatakan akan ada proyek senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun yang bakal digarap di Aceh.

Dalam catatan detikcom, proyek resor ini sudah ditandatangani oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Direktur Eksekutif Murban Energy Amine Abide Maret lalu seiring dengan kunjungan Menteri Suhail Al-Mazroui. Murban Energy diketahui merupakan sebuah perusahaan UEA yang portofolio investasinya mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat.

Dia mengatakan petinggi Murban Energy telah mengunjungi sembilan pulau di Kabupaten Aceh Singkil yang masuk dalam daftar proyek.***

Komentar

Loading...