Nurmiati Ikuti Rakor Dekranasda se Aceh

Nurmiati Ikuti Rakor Dekranasda se Aceh
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh, Nurmiati, mengikuti Rakor Kerja Dekranasda se Aceh. (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)
Penulis
Sumber
Humas Pemko Banda Aceh

*Ajang Promosi Produk UMKM

Banda Aceh | Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh, Nurmiati, mengikuti Rapat Koordinasi Kerja Dekranasda se Aceh. Acara berlangsung di Anjong Mon Mata Senin, 15 November 2021.

Rakor tersebut bertemakan “Perajin Bangkit, Perajin Kreatif dan Aceh Maju”, acara di buka oleh Sekda Aceh Taqwallah, turut hadir Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, Direktur PT. Pegadaian Syariah Fery Febrianto, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jamaluddin, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Marwan Nusuf, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Helvizar Ibrahim, dan para Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota se Aceh.

Acara tahunan Dekranasda Aceh tersebut diawali dengan peluncuran produk kerajinan unggulan khas daerah se Aceh. Serta dilanjutkan dengan penampilan perlombaan peragaan kriya busana khas daerah oleh para perancang lokal, selain itu juga ada Stan Pameran Dekranasda se Aceh dengan memperlihatkan produk-produk daerah masing-masing.

Usai acara Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh Nurmiati juga memberikan pendapatannya. Katanya, Dekranasda sebagai penggerak perekonomian rakyat sudah seharusnya ikut andil dalam memajukan produk kerajinan para UMKM, salah satu caranya yaitu mempromosikan produk hasil para pengrajin.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh, Nurmiati, mengikuti Rakor Kerja Dekranasda se Aceh. (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)

“Alhamdulillah dengan tersedinya stan-stan yang kita buat di tempat acara rakor ini, kita berkesempatan untuk mempromosikan hasil kerajinan para UMKM,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi jajaran Dekranasda yang telah bekerjasama dalam mengikuti Rakor Dekranasda 2021. “Semoga kekompakan ini terus kita jalin demi kemajuan ekonomi rakyat Aceh,” kata Nurmiati.

Sebelumnya dalam pembukaan acara, Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, menyampaikan eksistensi produk kriya tidak terlepas dari fungsi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh terus berperan aktif memperjuang guna memajukan kerajinan daerah. Sebagaimana visi Dekranasda “Memakmurkan Perajin”.

“Memakmurkan perajin tentu bermakna luas karena di dalamnya terkandung semangat mengentaskan kemiskinan, meningkatan pendapatan keluarga, serta peningkatan ekonomi daerah. Semua upaya ini tentu patut kita dukung bersama,” kata Taqwallah.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh, Nurmiati, mengikuti Rakor Kerja Dekranasda se Aceh. (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)

 

Taqwallah mengungkapkan, selain menawarkan estetika, seni kriya juga tetap memiliki fungsi sebagai benda terapan, bahkan industri kriya, atau industri kerajinan merupakan subsektor ekonomi kreatif, yang mana menjadi salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati meenuturkan, di tengah gempuran pandemi yang telah berdampak pada perekonomian, Dekranasda hadir untuk terus berjuang untuk meningkatkan kembali pasar dan produksi kerajinan rakyat Aceh dengan terus menyesuaikan diri dengan kondisi terkini.

“Kita tidak boleh menyerah dengan kondisi. Setidaknya pandemi ini memberikan pengalaman kepada kita betapa pentingnya memperkuat sistem pasar dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Dyah.

Dyah menuturkan, sebagai penggerak Dekranasda terus bergerak dan hadir sebagai pelita yang terus mengupayakan pengembangan untuk memakmurkan pengrajin. Dengna terus memanfaatkan peluang kerjasama dengan platform sistem perdagangan online agar promosi dan market semakin meluas, sehingga perajin Aceh dapat tampil sebagai Netpreneur, yaitu entrepeneur yang memiliki kompetensi di bidang digital marketing.

Oleh karena itu, Dyah mengungkapkan pada Rakerda tahun 2021, dengan pemilihan tema: “Perajin Bangkit, Perajin Kreatif dan Aceh Maju”. Bermakna sikap optimisme usaha kerajinan Aceh untuk terus berjuang, bangkit dari tekanan pandemi melalui berbagai inovasi yang lebih inovatif.

“Langkah inovasi ini yang akan kita gali lebih dalam, termasuk dengan mempercepat pemanfaatan teknoloigi informasi sebagaimana yang kami sampaikan tadi. Dengan demikian, hasil kerajinan Aceh tetap dapat eksis dengan menyesuaikan diri pada kondisi yang ada,” pungkas Dyah.***

Komentar

Loading...