Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Diduga tak Diberi Uang Rp20 Ribu

NS Tega Membunuh Ibu Kandungnya

NS Tega Membunuh Ibu Kandungnya
NS, diduga pelaku pembunuhan tunggal terhadap Nak Fatimah (Foto: Ist)

Aceh Utara | Karena tidak mampu memenuhi permintaan uang Rp20 ribu, Nek Fatimah (63) akhirnya dibunuh anak kandungnya sendiri NS (35). Tragisnya, perbuatan itu dilakukan dengan cara sembelih di bawah pintu rumahnya, Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jamboe Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Kasus tersebut berhasil diungkapkan pihak Polres Aceh Utara kurang dari satu kali 24 jam, sejak kasus pembunuhan tragis yang dilakukan NS, anak durhaka pada ibu yang telah melahirkannya.

Selain mengamankan NS, polisi turut menyita barang bukti (BB) berupa sebilah pisau bergagang kayu yang bercak darah. Satu tong baju daster warna pink motif bunga warna hitam yang di pakai korban.

Selain itu, satu potong baju kaos berkerah garis merah yang di pakai tersangka, sepasang sandal jepit milik tersangka, satu lampu senter kepala dan satu batang rokok milik tersangka. 

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi melalui siaran persnya, hari ini (Selasa) kepada wartawan menjelaskan kasus pembunuhan seorang nenek yang disebut sebagai warga miskin dan peminta-minta.

Katanya, kasus kematian Nek Fatimah yang jenazahnya ditemukan bersimbah darah, Senin kemarin sekira pukul 07.00 WIB di Dusun Satu Tgk. Mak Amin Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jamboe Aye.

Berdasarkan laporan polisi LP/68/VI/RES.1.24/2020/ACEH/RES AUT/SPKT, tanggal 08 Juni 2020 pukul 19.00 WIB. Pelaku pembunuhan tunggal adalah NS (43) yang bekerja sebagai buruh bangunan Gampong Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Peristiwa ini berawal, sekira pukul 05.45 WIB, terduga pelaku berangkat ke rumah ibunya. Sebelum masuk rumah, NS mengambil sebilah pisau didekat sebuah pohon pisang.  Lalu diam-diam pelaku masuk ke rumah korban melalui dinding rumah yang terbuat dari karung padi.

Begitu bertemu ibunya, terduga pelaku meminta uang Rp300 ribu.  Namun sang ibu mengaku tidak punya uang. Lalu pelaku meminta uang Rp20 ribu saja untuk membeli rokok.

Lagi-lagi, korban tidak bisa memenuhi permintaan itu karena memang sedang tidak punya uang.  Karena keinginannya tidak terpenuhi, pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau.
Sang ibu langsung berkata, "gorok saja leher saya, biar saya dapat surga".

Ucapan itu, membuat pelaku kalap dan gelap mata hingga menjambak rambut ibunya dengan tangan kiri sehingga posisi persis seperti ingin menyembelih hewan qurban.

Lalu, tangan kanannya yang memegang pisau langsung menggorok leher ibunya dengan sekali sabetan.  Korban terjatuh dengan posisi terlungkup.

Usai kejadian itu, terduga pelaku membalikan tubuh korban agar terkesan seolah olah ingin merekayasa peristiwa tadi dia dia pelakunya.

Lantas, terduga pelaku membuka kunci pintu depan untuk mengelabui orang dan membuka kunci pintu belakang rumah dengan tujuan yang sama.

Sedangkan pisau diletakkan disamping kamar dan membersihkan tangan dengan tanah dan daun pisang.

Tanpa merasa bersalah, pelaku sempat nongkrong di salah satu warung kopi (Warkop). Tak lama kemudian, pelaku kembali lagi ke TKP. Lalu berpura-pura kaget menemukan jenazah ibunya telah tewas bersimbah darah.

Saat itu dia sempat pergi dan memberi tahu saudarannya Ibrahim. Setelah terduga pelaku pulang dari rumah Ibrahim, dia melihat di TKP sudah ada masyarakat dan anggota polisi/Sat.Reskrim Polres Aceh Utara.

Selanjutnya, anggota Sat.Reksrim Polres Aceh Utara melakukan olah TKP dan mempertahankan status quo serta melakukan wawancara terhadap saksi saksi di sekitar TKP. Untuk sementara, diduga sebagai pelaku adalah NS, anak kandung korban.***

Komentar

Loading...