Breaking News

Rakerda Partai Demokrat Usulkan Nova Calon Gubernur

Nova: Secara Pribadi Saya Belum Bisa Putuskan  

Nova: Secara Pribadi Saya Belum Bisa Putuskan  
Nova Iriansyah (Foto: google)

Banda Aceh I Meski status Pilkada Aceh tahun 2022 mendatang belum memiliki kepastian. Namun, Partai Demokrat (PD) Aceh justeru tak mau ketinggalan momentum untuk mengisi dan berkompetisi pada kontestasi demokrasi lima tahunan tersebut.

Lihat saja, salah satu hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Sabtu , 12 Desember 2020 di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh,

Pengurus DPD PD kabupaten dan kota se-Aceh sepakat mengusuung Ir Nova Iriansyah MT sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh Periode 2021-2026, pada musyawarah daerah (Musda) yang dijadwalkan Januari 2021 mendatang di Banda Aceh.

Harusnya, Musda PD Aceh akan berlangsung antara tanggal 15 atau 20 Desember 2020 mendatang. Karena kesibukan Pilkada serentak 2020 di berbagai daerah di Indonesia. Perhelatan ini akhirnya ditunda.

Selain itu, peserta Rakerda juga sepakat mengusung Nova Iriansyah sebagai Calon Gubernur (Cagub) Aceh pada Pilkada mendatang.

Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, dalam temu pers usai Rakerda menilai. Usulan itu masih normatif saja. Sebab, dirinya sebagai ketua partai.

Itu sebabnya kata Nova, dia belum bisa memutuskan saat ini karena ada mekanisme partai yang harus ditempuh.  "Secara pribadi saya belum bisa memutuskan. Tapi Rakerda hari ini (kemarin-red) mencalonkan Ketua DPD (sebagai cagub), itu saya pikir normatif," ujar Nova, didampingi Kepala Departemen Pertanian dan Kemaritiman DPP Partai Demokrat, Muslim, Wakil Ketua DPD yang juga Wakil Ketua DPRA, Dalimi, serta Sekretaris DPD, Iqbal Farabi.

Menurut Nova, dalam tradisi Demokrat, DPP memiliki kewenangan mutlak dalam menetapkan calon yang akan bertarung dalam Pilkada.

"Kalau keinginan saya pikir relatif, fifty-fifty. Tapi culture di Demokrat, kader-kader yang masuk radar DPP itu dipanggil dulu, di cek CV-nya, dicek hasil surveinya, baru ditanya keinginannya,"  kata Nova yang juga Gubernur Aceh, ini.

"Sama waktu dulu saya mencalonkan atau diajak menjadi calon Wagub Pak Irwandi. Tidak langsung DPP menerima keinginan Irwandi, karena waktu itu di internal Demokrat juga ada calon-calon lain termasuk Pak Riefky, Pak Muslim, dan lain-lain," ungkap dia.

Karena itu, Nova menegaskan bahwa rekomendasi Rakerda tetap mengutamakan kader sendiri untuk diusul sebagai Cagub. Namun, Demokrat tetap membuka pintu kepada calon dari luar partai karena porsi penetapan ini akan ditentukan DPP.  Disamping itu, tambah Nova, saat ini Partai Demokrat hanya memiliki 10 kursi di DPRA.

Sementara modal untuk bisa mencalokan pasangan gubernur dan wakil gubernur dari kader sendiri, sambungnya, setiap partai harus mengantongi 13 kursi di parlemen.

"Sebuah keniscayaan kita harus komunikasi dengan partai lain untuk mendapatkan sekurang-kurangnya tiga kursi lagi. Karenanya, kita tidak memutuskan secara final, apakah cagubnya Demokrat atau cawagubnya partai yang lain, tidak bisa diputuskan dalam forum ini secara final," jelas Nova.

Terkait pelaksanaan Pilkada 2022, Partai Demokrat menyatakan siap membangun komunikasi dengan semua partai politik, tokoh masyarakat, ulama, hingga tokoh-tokoh daerah maupun nasional.

"Tentang pelaksanaan Pilkada, kita sudah bersepakat dengan DPRA dan mengirim surat kepada Presiden melalui Mendagri, kita minta di 2022. Tapi, ‘bola’ tentang Undang-Undang Pilkada berada di tangan pemerintah dan DPR RI. Ya, nanti kita harus tunduk kepada putusan yang tertuang dalam undang-undang tersebut," ulas Nova Iriansyah.***

Komentar

Loading...