Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Nova Iriansyah Tetap Setia dan Loyal Terhadap AHY

Nova Iriansyah Tetap Setia dan Loyal Terhadap AHY
Nova Iriansyah bersama AHY (Foto: Ist)

Banda Aceh I Meski Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) digelar hari ini, Jumat, 5 Maret 2021 di Hotel The Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

Dipastikan, DPD Partai Demokrat Aceh dibawah kepemimpinan Nova Iriansyah serta 23 Pengurus DPD (kabupaten dan kota) di Aceh, tetap setia dan loyal terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bahkan, sekira tiga pekan lalu, Nova Iriansyah yang juga Gubernur Aceh ini, ikut hadir pada pertemuan Ketua DPD se-Indonesia di Cikeas, Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PD Teuku Riefky Harsya juga memastikan kesetiaan tersebut.

“Betul, seluruh DPD Provinsi dan Kabupaten serta Kota PD Aceh telah membuat surat dukungan dan tetap loyal serta setia pada kepemimpinan Ketua AHY,” tegas Teuku Riefky pada media ini beberapa hari lalu.

Sementara itu, Rian F Syafruddin, Ketua Biro Komunikasi dan Informatika juga membenarkan pernyataan Sekjen PD tersebut. “Benar, pesan dari Ketum dan Sekjen, teman-teman di Aceh tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kondisi apapun. Tetap berada dalam satu komanda Ketum AHY,” ujar pada media ini, Jumat sore.

Ketua Partai Demokrat Aceh Besar HT Ibrahim ST MM juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan AHY. Bahkan, dia meminta kepada pimpinan partai politik berlambang merci itu, untuk  memecat sejumlah kader yang terlibat kudeta.

"Kita berterimakasih kepada Pak Ketum AHY yang telah memecat para kader yang ingin mengobok-obok partai," ujar T Ibrahim kepada media ini, Jumatpetang di Banda Aceh.

20210305-bram

HT.Ibrahim (Foto:Ist)

Menurut Ibrahim, begitu Ketua Fraksi Demokrat di DPR Aceh ini sering disapa menyampaikan, pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap sejumlah kader merupakan sebuah langkah tepat dalam menyelamatkan partai.

Ibrahim juga mengatakan, langkah yang diambil Ketum AHY tersebut merupakan langkah yang memang diinginkan para kader di Indonesia, khususnya dari tanah rencong.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Ketum. Kami tidak ingin ada pengkhianat partai merajalela, kami solid di barisan Ketum AHY," ujannya. "Saya rasa tidak ada tawar menawar, Kader yang terlibat wajib dipecat," tegas Ibrahim.

Sebabnya, kata Ibrahim, ditubuh Partai Demokrat tidak boleh adanya penghianat. Apalagi ingin ingin mengkudeta kepemimpinan yang sah. Ibrahim juga menyatakan setia dan loyal terhadap kepemimpinan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY).***

Komentar

Loading...