Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait Dugaan "Sel Istimewa”

Nazaruddin (Dek Gam) Minta Dirjen Copot Kalapas Lhokseumawe

Nazaruddin (Dek Gam) Minta Dirjen Copot Kalapas Lhokseumawe
H. Nazaruddin (Dek Gam), anggota Komisi III DPR RI (Foto: tribunnews.com)

Banda Aceh I Anggota Komisi III DPR RI asal Dapil I Aceh, H. Nazaruddin (Dek Gam) meminta Dirjen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kemenkumham RI untuk memeriksa dan mengevaluasi kinerja Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe.

“Tentu dilakukan dengan transparan dan profesional. Agar tidak ada konflik interest, maka copot dulu Kalapas saat ini,” tegas Dek Gam, anggota Fraksi PAN DPR RI ini. Penegasan tersebut disampaikan Dek Gam menjawab konfirmasi media ini, Selasa pagi di Banda Aceh.

“Ini preseden buruk. Lapas Kelas IIA Lhokseumawe memang terkenal sarat masalah. Saya sudah sering menerima berbagai laporan. Termasuk ada tahanan yang bebas atau kabur,” ujar Dek Gam yang juga Presiden Persiraja Banda Aceh.

Seperti diberitakan media ini, 19 Februari 2021 lalu.  Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), menjadi tempat yang sulit terpantau dan tidak bisa dikunjungi keluarga narapidana atau warga binaan.

Tujuan awalnya mungkin baik, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tapi siapa sangka, di balik “musibah kemanusiaan” itu. Ternyata menjadi peluang tak elok bagi narapidana maupun oknum sipir.

Diduga, kisah tak elok tadi terjadi di Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe. Berhembus kabar, di sana terjadi praktik bisnis penginapan (ruang tahanan) istimewa.

Caranya, sel tahanan disulap menjadi kamar mewah dengan harga tinggi untuk para napi elit alias berkantong tebal, khusus yang terlibat narkoba.

Fakta inlah yang kemudian terkesan sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, yang telah menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas, menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (18/2/2021), di Lapas setempat.

Memang, selama pandemi, berlaku aturan yang melarang keluarga napi menjenguk warga binaan. Apalagi bagi kalangan lain, tentu saja tidak bisa menembus atau sekedar melihat suasana dalam penjara.

Begitupun, ibarat menyimpan bangkai, bau busuk akhirnya menebar kemana-mana dan tercium juga. Informasi ini berawal dari kiriman satu rekaman video yang diterima redaksi media ini beberapa hari lalu. Isinya, memperlihatkan satu ruang sel yang terkesan mewah.

Tak buang waktu, satu liputan pun dilakukan Din Pasee, Reporter MODUSACEH.CO Liputan Lhokseumawe, Aceh Utara.

Hasilnya diketahui, patut diduga, ruang Bimbingan Kerja (Bimker) yang sehàrusnya menjadi tempat melatih para napi dengan berbagai pekerjaan kreatif, justru disulap menjadi penginapan “mewah”.

Bayangkan, dalam sel itu tampak ranjang tidur yang empuk, dilengkapi barang elektronik jenis teve, rice cooker, dispencer, kipas angin, juga pendingin (AC) dan lainnya.

Termasuk kepala rusa bertanduk yang sudah diawetkan, yang dipajang sebagai hiasan dalam hotel prodeo tersebut.

Informasi lainnya menyebut, pengendali 350 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan Polres Bireuen beberapa pekan lalu di TPI Peudada Kabupaten Bireuen yakni MA, merupakan napi Lapas Lhokseumawe yang menghuni sel mewah tadi.

Sebelumnya sel ini ditempati mantan napi bandar narkoba tajir yang akrab disapa Wan Pirang.

Bahkan, sumber media ini mengungkap.  MA juga merenovasi dan membangun sel sesuai keinginannya. Misal, membuat kolam untuk memelihara ikan.

Untuk dapat mendekorasi sel mewah itu, para napi elit harus mendapatkan ijin dari pihak Lapas Klas II A Kota Lhokseumawe dengan bayaran bervariasi. Mulai dari Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Kabarnya, bila mampu membayar sesuai permintaan oknum petugas, maka para napi elit bisa bebas melakukan apa saja, yang bisa menghibur atau menyenangkan dirinya. Layaknya seorang sultan atau anak raja.

Dalam rekaman itu juga  terlihat seorang napi sedang merebahkan badan, bergolek-golek sambil menelpon seseorang. Rekaman lain memperlihatkan, suasana sejumlah sel mewah yang tidak jauh beda dan nyaris sama nilai kemewahannya.

Sementara napi lainnya sekelas teri, harus  tidur berdesak-desakan dalam barak penjara sempit dan gelap serta tanpa mendapat perlakuan khusus serta istimewa.

Benarkah  semua kondisi dari rekaman video tadi? Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi yang dikonfirmasi media ini, Kamis dan Jumat (19/2/2021) awal membantah kondisi tersebut.

Tapi, setelah diperlihatkan rekaman video tersebut, dia tak membantahnya. Bahkan, meminta bantuan media ini untuk tidak mempublikasinnya.

Nawawi tak mampu menjawab ketika ditanya soal bisnis hotel prodeo yang nilainya sangat fantastis itu. Dengan suara terputus-putus, Nawawi mengaku dia kecolongan dan luput dari perhatiannya.

Nawawi menjelaskan, dalam video itu hanya ada sejumlah barang yang boleh dipergunakan seperti rice cooker. Sementara dispencer dibolehkan sejak ada bantuan dari Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya, televisi juga sudah dibolehkan.

Nawawi juga menerangkan, selama ini kinerja Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe sudah bagus dan tanpa ada masalah. Apalagi saat ini pihaknya baru saja menandatangani komitmen menuju integritas WBK dan WBBM yang akan membawa perubahan lebih baik.

“Saya mohon bantuannya, selama ini kami sudah bekerja dengan bagus. Bila masalah kamar mewah Anda tulis, maka bisa rusak prestasi yang sudah saya bangun. Kalau ada salah jangan ditulis, tolong kasih tahu biar kita perbaiki,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Klas IIA Ridwan mengaku. Dirinya merupakan pejabat baru yang diminta mengisi kekosongan jabatan KPLP, karena pejabat lama, Husni sudah menjadi Kepala Rutan Takengon.

Sehingga dirinya pun baru beradaptasi dengan lingkungan penjara dan belum mengetahui banyak soal kamar mewah. Ridwan juga menyebut, dirinya bertugas di Kota Lhokseumawe hanya untuk sementara karena minggu depan sudah masuk pejabat baru yang definitif.

“Mohon agar dapat dimengerti posisi saya sebagai orang baru. Karena riwayat kerja saya belum pernah cacat dan belum pernah punya masalah dimana pun ditempatkan tugas. Maka mohon bantu saya demi menjaga nama baik Lapas,” pintanya.

Hanya itu? Tunggu dulu. Kepada media ini, Jumat (19/2/2021) malam. Nawawi kembali mengirim klarifikasi. Kata dia, gambar yang terdapat dan beredar di video tadi, merupakan rekaman gambar dan video yang pernah beredar dua atau tiga tahun lalu (sekitar tahun 2018 dan 2019).

“Saat kami awal-awal bertugas dan melakukan pembinaan dan perubahan di Lapas Lhokseumawe,” kata Nawawi. Selain itu kata dia, di Lapas Lhokseumawe saat ini tidak ada kamar mewah sebagaimana yang beredar pada video dimaksud.

“Menyangkut gambar dalam kamar terdapat atau adanya dispenser untuk memanas air, kipas angin serta teve. Semua kamar hunian dalam Lapas saat ini memiliki dispenser, kipas angin dan teve,” ujar dia.

Alasannya. Karena barang-barang tersebut merupakan sumbangan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya. “Sebelum kami bertugas sebagai Kalapas, semua barang-barang dimaksud sudah ada dalam semua kamar-kamar hunian napi/tahanan,” ungkap dia.

Menariknya, saat dikonfirmasi ulang, Nawawi sempat berkali-kali meminta media ini untuk tidak mempublikasikannya. “Saya mohon bantuan, jangan diberitakan. Bisa hancur karir saya, bisa dicopot saya,” ucap dia.

“Ya, dari pengakuannya kepada media pers, tentu patut diduga, sinyalemen adanya “kamar mewah” di Lapas itu ada benarnya. Karena itu, saya minta Dirjen Kalapas untuk menindak dan mencopot Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe,” tegas Dek Gam kembali.***

Komentar

Loading...