Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Kemenlu Tangguhakan WNA Masuk RI

Nasib WNI Positif Corona di Luar Negeri Belum Jelas

Nasib WNI Positif Corona di Luar Negeri Belum Jelas
Plt Jubir Kemenlu, Teuku Faizasyah (tengah kanan), Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha (tengah kiri), Plt Kepala Biro Dukungan Strategis, Ahmad Rizal Purnama ( ujung kiri), Direktur Asia Timur Pasific, Santo Darmosumarto (ujung kanan).

Banda Aceh | Kemeterian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menangguhkan selama satu bulan ke depan terhadap pelancong yang menggunakan bebas visa kunjungan, bebas visa diplomasi dan dinas bagi Warga Negera Asing (WNA) yang akan ke Indonesia.

Sebaliknya, Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di luar negeri melakukan perjalanan wisata diharapkan untuk segera pulang sebelum mengalami hambatan.

Namun, bukan berarti hal itu bisa mencegat para WNA untuk masuk, pemerintah pusat memberi ruang bagi mereka untuk berkunjung ke tanah air, asalkan lebih dulu mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Besar Indonesia di negara setempat, dilengkapi dengan dokumen sesuai permintaan diantarannya dokumen kesehatan.

“Terhitung sejak Jumat 20 Maret 2020, akan menangguhkan selama satu bulan ke depan kegiatan bebas visa kunjungan saat kedatangan dan bebas bisa diplomasi dan dinas, bagi WNA yang akan ke Indonesia harus lebih dulu mengajukan permohonan visa ke kedutaan besar kita di negara setempat, dengan dokumen yang harus dilengkapi diantarannya dokumen kesehatan”.

“Himbauan kepada WNI yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bisa mempercepat akses kunjungannya mempercepat kepulangannya ke tanah air, karena banyak Negara yang sudah menetapkan lockdown,” jelas Plt Jubir Kemenlu, Teuku Faizasyah saat konfernsi pers secara virtual melalui channel Youtube MoFA Indonesia.

Berbeda dengan WNI yang berstatus pelajar ataupun mahasiswa yang memiliki izin tinggal tetap diminta untuk mematuhi dan mengikuti aturan yang berlaku di Negara setempat. Pemerintah Australia dan New Zealand telah menetapkan lockdown bagi negaranya, para WNI yang berada disana pun harus pulang lebih cepat agar nantinya tidak terhambat.

Dengan catatan mengurus melalui travel agen yang digunakan untuk berpergian, pihak KBRI yang berada di negara itu akan memberikan informasi dan bantuan fasilitas untuk kepulangan ke Negara Indonesia. Mereka yang berpergian negara, Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Francis dan Inggris, pendatang dalam 14 hari terakhir tidak diizinkan masuk atau transit ke Indonesia. Prosuder bagi WNI yang telah berkunjung ke negara tersebut akan mendapati pemeriksaan tambahan, pihak kesehatan akan melakukan observasi di tempat yang sudah disiapkan.

“Mereka pendatang dalam 14 hari terakhir tidak diizinkan masuk atau transit ke Indonesia, para pendatang juga diwajibakan mengisi kartu kewaspadaan kesehatan, prosuder bagi WNI yang berkunjung ke negara tersebut akan mendapati pemeriksaan tambahan, pihak kesehatan akan melakukan observasi di tempat yang sudah disiapkan, apabila tidak ada gelaja awal mereka disarankan untuk karantina diri,” terangnya.

Ada pula spekulasi bahwa Indonesia akan menetapkan lockdown, namun itu dibantah oleh Jubir Kemenlu, hanya saja bagi para pendatang ke tanah air sangat dibatasi dan WNI yang keluar Negeri diminta untuk pulang lebih cepat sebab kondisi seperti saat ini.

“Spekulasi yang sangat tidak bisa dibenarkan, karena apa yang dilakukan pemerintah meminta WNI yang berpergian bukan mereka yang menetap untuk segera pulang, karena kalau tidak mereka sangat berpotensi mengalami hambatan untuk pulang. Kita tidak melarang WNA masuk ke Indonesia, namun mekanisme izin atau visa ke tanah air itu yang diberikan suatu penyesuaian dengan pengajuan visa kembali,” tutur Teuku Faizasyah.

Penetapan ini, kata dia, sudah melalui proses panjang, karena sebelum lahirnya aturan baru menyangkut izin kembali datang orang asing ke tanah air, tentunya harus memastikan kesiapan bagi perwakilan pemerintah di luar negeri. 

Sebab, sistem yang sudah berlaku sekarang adalah fasilitas bebas visa kunjungan untuk kembali ke sistem lama yang menggunakan proses pemasangan stiker di paspor dan lain-lain. “Perlu kepastian bahwa perwakilan kita siap di berbagai manca negara. Secara internal Menlu sudah mendapatkan kesepahaman dari berbagai kementerian,” katanya menambahkan.

WNI Terjangkit Covid 19 sejauh ini, ada sebanyak 18 WNI yang dikabarkan positif terjangkit virus corona di Negara India, pihak Kemenlu tidak tahu banyak perihal tersebut karena tidak ada informasi lebih lanjut darimana mereka mendapatkan virus itu. Ada pula 13 orang WNI di Malaysia yang terjangkit pendemi global tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha mengungkapkan. Pihaknya belum memiliki data rinci soalan WNI yang dikabarkan positif terjangkit covid 19 di luar negeri.

“Terkait 13 WNI tiba di Malaysia. Pada awalanya ada informasi dari Kementerian kesehaan Malaysia, ada 3 WNI yang terjangkit dan kemudian informasi dari perwakilan kita ada 10 yang terjangkit, kita akan melakukan pengecekan 3 dari 10 ini orang yang sama atau tidak. Kami masih mendalami lebih lanjut,” ungkap Judha.

Lainnya, proses pemulangan 57 warga Indonesia kru kapal pesiar Grand Princess yang berlabuh di California tertunda, lantaran surat keterangan sehat dan bebas virus corona tak kunjung diberikan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Kapal pesiar itu sempat ditolak berlabuh di San Fransisco lantaran 21 orang yang berada di kapal itu positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Pemerintah Indonesia sudah merancang proses evakuasi dengan menggunakan pesawat sewaan yang difasilitasi perusahaan kapal. Rute pemulangan mencakup San Fransisco menuju Beograd, lalu New Delhi, dan tiba melalui Batam.

“Kita sudah merancang evakusia dengan fasilitas cuterlife dengan dipersiapan oleh kapal dengan rute San Fracisko, Biograt, New Delhi kemudian ke Batam.  Namun sampai saat terakhir, surat kesehatan tersebut tidak dapat diberikan sehingga proses keberangkatan jadi terhambat,” kata Jurdha.

Judha menjelaskan, saat ini puluhan WNI itu masih berada di atas kapal. Aparat AS tengah menyemprotkan desinfektan terhadap kapal tersebut. Setelah proses itu selesai, Judha menuturkan para kru kapal masih belum bisa diangkut keluar lantaran harus menjalani 14 hari karantina.

Konsulat Jenderal RI di San Fransisco dan Los Angeles bersama dengan Kedutaan Besar RI di Washington DC terus berkoordinasi dengan pihak kapal untuk memastikan puluhan WNI itu mendapat perlakuan sebaik-baiknya selama berada di atas kapal.

Menurut Judha, ada beberapa permintaan yang diajukan pihaknya kepada pengelola kapal yakni menyediakan para WNI itu masing-masing satu kamar tidur yang layak selama berada di kapal dan tidak boleh mempekerjakan mereka selama masa karantina.

“Permintaan itu sudah dilakukan pihak manajemen kapal, mereka memberikan kabin penumpang yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penumpang, free wifi, internet, tv kabel, dan juga Netflix untuk membuat nyaman mereka selama masa karantina. Kami harapkan setelah proses karantina selesai mereka bisa pulang kembali ke Indonesia dan kami tentu akan terus monitor dan memfasilitasi proses kepulangan mereka ke Indonesia,” sebut Judha.***

 

Komentar

Loading...