Breaking News

Sengketa Lahan Pembangunan Gedung STAIN TDM

Nasib Mahasiswa Dipertaruhkan

Nasib Mahasiswa Dipertaruhkan
Ketua STAIN, Dr. Inayatillah.

Meulaboh | Selisih kepemilikan lahan pembangunan Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh (TDM), Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat, kini mulai meninggalkan prahara.

Dikhawatirkan akan melumpuhkan aktivitas kuliah mahasiswa di sana.

Ketua STAIN, Dr. Inayatillah mengatakan. Berdasarkan jadwal masa aktif kembali perkuliahan setelah libur panjang, 9 September 2019 mendatang. Sebab masalah perselisihan klaim kepemilikan lahan hingga kini belum menemui titik terang.

Akibatanya, , mahasiswa belum dapat dipastikan untuk bisa kuliah sesuai jadwal.

“Saat ini STAIN memilki dua gedung. Satu di Desa Gampa sebagai pusat administrasi, sementara satu lagi di Desa Seneubok yang berstatus sewa dan masa sewanya sudah habis sejak bulan Mei 2019 lalu. Makanya kita mengambil langkah untuk pemindahan aktivitas kuliah di gedung baru, tapi ya belum bisa karena masalah ini belum ada titik terang,” kata Innayatillah, Kamis (29/8/2019).

Pihaknya mengaku, sampai saat ini belum ada alternatif dan solusi lain untuk perkuliahan mahasiswa apabila masalah tersebut tidak ada titik terang dan penyelesaian.

Pada Senin 26 Agustus 2019 lalu, pihak STAIN mencoba memulai aktivitas di sana. Tetap saja mendapat penghadangan dari sekolompok orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Sebelum ke sana, STAIN juga meminta pengamanan pada aparat kepolisian melalui surat Nomor 3822/Sti.17/HK 01/09/2019. Untuk memuluskan para akademisi dan mahasiswa beraktivitas di gedung baru.

Sayangnya pemilik lahan sudah siap siaga di sana dan memastikan tidak ada kegiatan apapun di lahan sengketa.

Sebenarnya, soal lahan Gedung STAIN TDM masih dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh.  Gugatan ini diajukan Irwan Gunawan TU alias Irwan TU alias T. Ridwan TU, M. Yunus, Syahril Saputra, Rustam Efendi, Herlan Toni dan Suharti yang memiliki lahan di lokasi tersebut.

Sesuai perkara nomor 2/Pdt.G/2019/PN Mbo, mereka menggugat Bupati Aceh Barat, Yayasan Pendidikan Teuku Umar Johan Pahlawan, Kementerian Agama Republik Indonesia, STAIN TDM, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Barat.

Tak hanya itu, ada juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Cut Ida Khairani, S.H,M.Kn, PT. Harum Jaya dan PT. Belalang Jaya Prima sesuai klasifikasi perkara tentang perbuatan melawan hukum dengan 13 tuntutan dalam pokok perkara yang dilayangkan.

Karena kondisi urgensi tentang aktivitas perkuliahan, maka pihak PN Meulaboh mengeluarkan putusan sela,Rabu, 31 Juli 2019 terhadap perkara dengan amar putusan menolak tuntutan provisi para penggugat, memerintahkan kedua belah pihak melanjutkan pemeriksaan perkara pokok, menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir.

Provisi dalam hukum perdata diartikan sebagai permintaan pihak yang bersangkutan agar sementara diadakan tindakan pendahuluan guna kepentingan salah satu pihak sebelum putusan akhir dijatuhkan.

Artinya, karena putusan sela itu pihak STAIN TDM memberanikan diri untuk memulai aktivitas perdana di gedung yang sudah selesai dibangun.

Inayatillah menilai, mungkin saja para penggugat tidak memahami makna provisi dalam putusan sela, makanya tindakan penghadangan masih saja dilakukan.

Namun, sangat disayangkan apabila solusi hingga masa aktif kuliah belum ditemukan karena dapat menjadi kendala bagi perguruan tinggi untuk mendakan proses belajar mengajar.

“Tidak ada solusi alternatif lain, untuk sewa gedung baru seperti kampus B di Desa Seneubok, sangat tidak memungkinkan karena anggaran sangat tipis. Kita hanya berharap pihak pemerintah kecamatan yang berniat menyelesaikan permasalahan ini, dapat menemukan solusi sebelum dimulainya perkuliahan,” terangnya.

Para akademisi di kampus tersebut berharap, masyarakat yang mengklaim kepemilikan atas lahan tersebut dapat memahami dan mematuhi putusan sela yang dikeluarkan PN Meulaboh, sehingga proses transformasi ilmu dan proses belajar mengajar bisa dilangsungkan.***

Komentar

Loading...