Jadi Korban Salah Sasaran Putuskan Meteran

Muzakir: PLN Terkesan Angkuh Pada Rakyat Kecil!

Muzakir: PLN Terkesan Angkuh Pada Rakyat Kecil!
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Apes benar nasib Muzakir, warga Lampoh Dayah, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Bayangkan, walau memakai arus Perusahaan Listrik Negara (PLN) jalur pra–bayar. Meteran PLN miliknya tetap saja dicabut dan diputuskan oleh petugas PLN Rayon Banda Aceh, di rumahnya, Sabtu (18/8/18).

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Sejumlah petugas PLN mendatangi rumahnya. Tanpa meminta penjelasan, petugas langsung memotong arus PLN dan mencabut meteran pra-bayar miliknya.

“Kebetulan saya tidak ada di rumah. Istri saya coba menanyakan petugas kenapa meteran itu dicabut? Karena meteran itu jalur pra bayar. Namun, tak dijawab dan langsung membawa meteran itu,” jelasnya meniru ucapan istrinya pada media ini.

Setahunya, pemotongan meteran dilakukan pada pelanggan pasca bayar yang telah menunggak pembayaran tiga bulan ke atas. Dia heran, kenapa PLN juga memutuskan meteran pra bayar yang tidak ada tunggakan.

“Kalau pasca bayar, bisa jadi diputuskan. Tapi, saya pakai pra bayar.  Kalau saya isi saldo tentu hidup lampunya. Kalau tidak isi, maka akan mati. Kenapa juga dipotong,” ungkapnya kecewa.

Setelah kejadian itu, dia mengaku telah mendatangi Kantor PLN Merduati, Banda Aceh. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata petugas PLN salah sasaran memotong meteran miliknya.

“Ini murni keteledoran yang dilakukan PLN, yang terkesan angkuh pada rakyat kecil. Keteledoran mereka telah membuat saya malu dengan tetangga. Seolah-olah saya menunggak iuran PLN. Selain itu, saya juga rugi karena harus beli nasi di warung untuk makan siang ini. Dan, istri saya juga tidak bisa mencuci karena tidak ada air,” ungkapnya dengan muka memerah.

Dia juga menuntut PLN memberikan ganti rugi dan meminta berhati-hati dalam melakukan tindakan. Sebab, kecerobohan yang dilakukan telah membuat masyarakat jadi korban.

20180818-meteran-dicabut

Petugas PLN mencabut meteran (foto: ilustrasi/google.com)

Lantas bagaimana jawaban PLN Rayon Banda Aceh. Melalui Kepala Hubungan Masyarakat (Humas), Wahyu. PLN Banda Aceh mengakui petugasnya di lapangan salah sasaran dalam melakukan pemotongan meteran milik Mazakir. ”Untuk itu, saya atas nama PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Dan, tadi saya minta segera disambungkan kembali sore ini. Mohon informasi kalau belum dipasangkan kembali,” kata Wahyu memberikan permintaan maafnya pada awak media pers.

Memang, ragam prilaku bodoh terus dipertontonkan PLN. Banyak petugas dilapangan terkesan angkuh pada semua konsumen yang semestinya diayomi. Tak heran, untuk menakut-nakuti masyarakat, mereka membawa serta aparat kepolisian dengan senjata lengkap.

Jika itu sesuai dengan aturan yang berlau, tentu tak jadi soal. Bagaimana jika dilakukan di luar aturan? Pengalaman pahit juga pernah menimpa Hj. Agusniar Mochtar. Warga Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.Rumahnya didatangi beberapa petugas PLN beberapa waktu lalu.

Tanpa permisi, petugas tadi langsung memasang stiker bertuliskan meteran miliknya tertungaak perbayaran dan akan segera dipotong. ”Walau telah coba saya jelaskan. Namun, petugas tetap menempelkan stiker itu,” ungkap ibu tiga anak ini.

Lalu, dia mendatangi Kantor PLN Rayon Banda Aceh, Merduati untuk mempertanyakan pemasangan stiker tersebut. Sebab, setahunya tidak pernah menunggak pembayaran. Jikapun terjadi, tunggakan itu tak lebih dari satu bulan saja. “Dengan entengnya petugas menjawab. Diabaikan saja Bu. Mungkin, petugas salah sasaran,” ujar Bu Niar begitu namanya disapa meniru jawaban seorang petugas PLN.

Dia mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan petugas PLN. Sebab, atas keteledoran dan terkesan tanpa ada koordinasi yang dilakukan petugas telah membuatnya malu dengan tetangga sekitar, yang seolah-olah menunggak pembayaran listrik. Pertanyaanya? Kapan perangai buruk ini dihentikan? Wallahualambissawab.***

Komentar

Loading...