Waspada dan Bersatulah

Muzakhir Ridha, Mantan Ketua PB HMI: Awas! HMI Mulai Difitnah dan Ado Domba

Muzakhir Ridha, Mantan Ketua PB HMI: Awas! HMI Mulai Difitnah dan Ado Domba
Haji Muzakhir Ridha/dok. pribadi

 

Jakarta |Aksi Kita Indonesia (Parade Bhineka Tunggal Ika), Minggu pagi (4/12/2016) yang digagas Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berserta sejumlah partai nasional, tak hanya menebar sampah serta banyaknya rumput di taman kota Jakarta rusak.

Lebih dari itu, ada sekelompok orang yang ingin menghancurkan dan merusak nama serta citra Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Itu terlihat dari rekaman video yang kini marak terpublikasi di jejaring media sosial (medsos). Dalam video tersebut tampak, sekelompok anak remaja (usia SMU), tanpa hijab, membawa bendera HMI. “Ini HMI dari komisariat dan cabang mana,” tanya si perekam. Tampak, sejumlah remaja binggung dan tidak menjawab. Namun, menoleh pada si perekam gambar.

“Harus ada yang menuntut. Panitia Aksi 412 karena melanggar berbagai peraturan. Baik PERGUB soal CAR FREE DAY sampai mencatut, memfitnah dan mencemarkan nama baik HMI. Karena ada sekelompok orang yang membawa-bawa bendera HMI dalam aksi 412 ini,” begitu tegas Muzakhir Ridha, mantan Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara dan Ketua PB HMI pada MODUSACEH.CO, Minggu siang (4/12).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ikut berorasi pada Parade Bhinneka Tunggal Ika. Dia membakar semangat peserta aksi dan mengingatkan akan persatuan untuk menjaga perdamaian. "Siapa kita? Siapa kita? Indonesia. Kita adalah Indonesia. Kita harus terus berjuang agar tujuan kemerdekaan itu semakin kita dekati," ungkap Paloh saat menyapa peserta aksi di panggung utama Parade Bhinneka Tunggal Ika yang berada di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

 Untuk bisa menjadikan bangsa yang berdaulat, Paloh menyebut seluruh warga Indonesia harus bersatu. Cita-cita kemerdekaan menurutnya tak akan bisa tercapai jika semua warga negara tercerai-berai.  "Saya berdoa dan berharap terus persatuan kita tidak boleh tergoyahkan sebagai bangsa. Musuh utama kita bukan perbedaan antara kelompok satu dan lain, golongan satu dan lain, musuh kita kebodohan dan kemiskinan," ucap Paloh.

"Diperlukan kembali semangat persatuan dan kesatuan. Pertemuan pada pagi yang cerah ini, alam pun mendukung kita. Di mana ideologi kebangsaan kita, kita jadikan sebagai alat pemersatu, itulah Pancasila," imbuhnya.

Paloh mengatakan bahwa perbedaan adalah hal yang biasa. Namun dia menegaskan bahwa persatuan kebangsaan tidak boleh berbeda. "Kalau kita mau kita pasti bisa. Kita memberi tugas pemerintah Jokowi-JK bekerja lebih keras lagi, mendengar aspirasi rakyat," tutur Paloh.

Sejumlah tokoh politik terlihat hadir dalam acara ini. Seperti Ketum Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto, Ketum PPP Djan Faridz, dan sejumlah politisi partai pendukung pemerintah. Tampak juga dalam acara Aksi Kita Indonesia itu Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang.

Lepas dari acara itu, terkait adanya pihak yang ingin memprovokasi serta mencermatkan nama baik HMI, Muzakhir Ridha berpendapat. “Sejak awal HMI sudah berada pada barisan depan dalam berbagai aksi ABI (AKSI BELA ISLAM) untuk memenjarakan Ahok Si Penista Agama. HMI sadar sesadar-sadarnya apa yang diperjuangkan para ulama, Habib Rizieq dan lainnya. HMI sudah siap menjadi tumbal bagi perjuangan ini,” ungkap Muzakhir Ridha yang juga berdarah Aceh ini.

Kata Muzakhir, mereka yang mengaku pengusung kebhinekaan, menyadari betul bahwa HMI itu adalah kekuatan besar, yang sudah sangat siap menghancurkan skema mereka. Sebab itu HMI harus mereka hancurkan, harus mereka framing sebagai sampah.. harus mereka fitnah.. harus mereka pisahkan dari ulama dan ABI.. segala cara akan mereka lakukan untuk menghancurkan HMI terlebih dahulu. “Tapi lihatlah.. anak-anak HMI ada dalam barisan ulama.. sami'na wa atho'na pada ulama.. tidak gegabah.. tidak menonjolkan diri.. menempatkan dirinya sebagai anak ummat.. sebagai laskar yang taat komando, ujar Muzakhir.

Maka, barang siapa yang mengaku kader.. alumni.. keluarga besar HMI.. tapi berseberangan dengan perjuangan HMI.. perjuangan ummat.. saya himbau taubat lah kalian.. taubat sebelum terlambat.. kembalilah sebagai kader ummat.. menjaga bangsa dan negara ini agar selamat dalam bingkai NKRI, lanjut Muzakhir Ridha.

Diakhir statusnya, dia menyatakan. “Ummat Islam menginginkan NKRI selamat.. Jika NKRI pecah? maka ummat Islam yang rugi.. ummat Islam di nusantara ini akan mudah dikalahkan dan dijajah. Semoga Allah SWT melindungi kita semua. Amin,” demikian pendapat Muzakhir Ridha yang juga disebarkan melalui akun media sosial (medsos) facebooknya.***

Komentar

Loading...