Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Nasib Wakil Bupati Bireuen Belum Jelas

Muzakar Dinilai Ingin Sendiri Hingga Akhir Jabatan

Muzakar Dinilai Ingin Sendiri Hingga Akhir Jabatan
Muzakkar A. Gani
Penulis
Rubrik

Bireuen | Sejak dilantik, Kamis, 18 Juli 2020 lalu sebagai Bupati Kabupaten Bireuen sisa masa jabatan 2017-2022, hingga proses kehadiran Wakil Bupati Bireuen nyaris tak terdengar.

Itu sebabnya, muncul penilaian bahwa Bupati Bireuen Dr. H Muzakkar A Gani SH M Si (sebelumnya wakil bupati), menggantikan H. Saifannur S Sos (Bupati), yang meninggal dunia, ingin sendiri menjalankan roda pemeritahan Bireuen hingga akhir jabatannya.

Padahal, sejumlah partai politik pengusung dan pendukung telah memasukkan nama calon untuk diproses lebih lanjut.

Ketua Harian DPD ll Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bireuen, Teuku Muhammad Mubaraq yang juga anggota DPRK Bireuen, saat dikonfirmasi media ini, Rabu kemarin justeru balik bertanya. Apakah Bireuen perlu wakil bupati?

Itu diucapkan saat berada di ruang tunggu Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Bireuen. “Apakah menurut Bang Pedro (nama panggilan wartawan media ini) Bireuen perlu wakil bupati,” sebut dia balik tanyanya.

“Iya perlu,” jawab media singkat.

 

Teuku Muhammad Mubaraq

Nah kata Mubaraq, kalau memang perlu Wakil Bupati Bireuen, mengapa Muzakkar (Bupati Bireuen) tidak memanggil dan duduk bersama dengan pimpinan partai politik pengusung dan pendukung seperti; Partai Golkar, Partai NasDem, PDA dan Partai Demokrat Bireuen.

“Menurut saya, sebagai Bupati jika Muzakkar berinisiatif, kenapa tidak memanggil keempat partai pengusung itu. Mari kita bicarakan siapa yang akan diusung sebagai Wakil Bupati,” sebut Mubaraq.

Masih kata Mubaraq, Partai Golkar sudah mengusungkan nama H. Muhklis Amd. Namun, harus duduk kembali bersama partai pengusung lainnya untuk menentukan nama-nama calon Wakil Bupati Bireuen, kemudian diserahkan kepada DPRK Bireuen untuk dibawa dalam Badan Musyawarah (Bamus).

“Saya tidak tahu mengapa belum ada upaya duduk bersama. Maka, perlu adanya inisiatif dari Muzakkar untuk memanggil partai pengusung,” sebut Mubaraq.

Mubaraq mengaku khawatir bila berlarut-larut, maka masyarakat Bireuen akan menyebutkan Muzakkar memang ingin sendiri hingga akhir jabatannya.***

Komentar

Loading...