Murtini, Penyandang Tunanetra Keliling Indonesia

Murtini, Penyandang Tunanetra Keliling Indonesia

Simeulue | Penyandang cacat tunanetra (tidak bisa melihat) bisa keliling Indonesia, kenapa tidak? Ini dibuktikan Murtini, nenek berusia 61 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan. Dia mengaku telah mengunjungi 415 Kabupaten Kota dari Sabang sampai Merauke.

Tujuan nenek yang telah memiliki delapan cucu itu, dia hanya ingin menunjukkan kalau penyandang cacat bisa berbuat selayaknya orang normal pada umumnya.

Murtini memulai perjalanannya keliling Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Saat ini tinggal satu kabupaten lagi yang belum ia kunjungi yakni Kota Sabang, Provinsi Aceh.

"Saya ingin memberitahukan pada para penyandang cacat yang ada di Indonesia, kalau kita bisa melakukan seperti yang dilakukan orang normal, kita bisa berbuat asal ada keinginan. Contohnya saya, tinggal satu kabupaten di Indonesia ini yang belum saya datangi," ucap Murtini, Kamis, 12/09/2019.

Selain itu ucap Murtini, tujuannya berkeliling Indonesia ingin melihat sejauh mana perhatian setiap instansi pemerintah. Mulai dari pemerintah provinsi sampai kabupaten kota di seluruh penjuru Nusantara terhadap penyandang cacat.

Sebab hak penyandang cacat ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Begara Indonesia.

"Perhatian pemerintah pada penyandang cacat seperti saya ini berbeda-beda. Ada yang sangat perhatian tapi ada juga yang biasa-biasa saja, dengan saya keliling Indonesia saya jadi tahu seberapa besar perhatian pemerintah pada penyandang disabilitas di seluruh Indonesia," tutur Murtini.

Dikatakan, selesai mengunjungi seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Ia berencana membuat sebuah buku terkait dengan pengalaman yang didapatnya selama melakukan perjalanan.

Buku itu nantinya dapat dijadikan pelajaran bagi generasi muda di masa mendatang, sehingga dapat memahami bagaimana perhatian pemerintah di berbagai tempat pada penyandang disabilitas di negeri ini.

"Selesai perjalanan ini, saya akan membuat buku yang menceritakan tentang perjalanan saya sebagai seorang disabilitas mengelilingi negara yang memiliki ragam budaya ini," tutup nenek Murtini.***

Komentar

Loading...