KPK Periksa Sederet Pejabat Aceh di Mapolda

Mulai dari Plt Gubernur Aceh Hingga Darwati A Gani

Mulai dari Plt Gubernur Aceh Hingga Darwati A Gani
(acehsatu.com)

Banda Aceh l Hari ini, Rabu 15 Agustus 2018, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sederet pajabat Aceh, di Gedung Dirkrimsus Polda Aceh, Lingke, Banda Aceh. Pemeriksaan itu terkait status tersangka Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang ditangkap dalam OTT KPK di Aceh, bersama Bupati Bener non aktif Ahmadi, staf ahli Gubernur Aceh, Hendri Yuzal, dan pengusaha Syaiful Bahri pada 3 Juli 2018. Mereka yang diperiksa adalah: Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala BPKS Sayed Fadhil, Kepala Dinas Pendidikan Saridin, Kadispora dan mantan Kadispora, Kadis Pengairan. Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dan mantan, Inspektur, Kadis PUPR Aceh, ajudan Bupati Bener Meriah, isteri Irwandi Yusuf, Darwati A Gani dan swasta.

"Ini merupakan hari ketiga tim KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus DOK Aceh 2018. Pada 2 hari kemarin sekitar 29 saksi telah diperiksa," jelas Jubir KPK Febri Diansyah pada media ini, Rabu (15/8/18).

Menurut Febri, KPK terus menelusuri data-data proyek dan alokasi anggaran di sejumlah Dinas di Aceh terkait dengan DOK Aceh 2018. Bukti-bukti yang didapatkan penyidik semakin memperkuat dugaan adanya tindak pidana korupsi terkait DOK Aceh 2018.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa 29 saksi selama Senin dan Selasa (13-14/8/18). Para saksi diperiksa terkait status tersangka Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, di Gedung Dirkrimsus Polda Aceh, Lingke, Banda Aceh.

Dalam kasus ini, Irwandi selaku Gubernur Aceh diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi, yang kemudian terungkap dari OTT. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang swasta bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Tahun Anggaran 2018. Namun praktik rasuah ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK pada Selasa (4/7) malam. Dalam OTT itu, KPK mengamankan sekitar 9 orang, termasuk Ahmadi dan Irwandi. Selain itu, KPK juga berhasil menyita sejumlah bukti berupa uang senilai Rp 50 juta, bukti transaksi perbankan, serta catatan proyek.

KPK kemudian menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Irwandi bersama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal ditetapkan sebagai pihak yang diduga menerima suap. Sementara Ahmadi ditetapkan sebagai pihak yang diduga memberikan suap.***

Komentar

Loading...