Diduga Terkait Klaim Kepemilikan

Mukim dan Perwakilan Geuchik Tolak Penundaan Musyawarah Yayasan Almuslim

Mukim dan Perwakilan Geuchik Tolak Penundaan Musyawarah Yayasan Almuslim
Para Imum Mukim dan perwakilan Keuchik bertemu Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, H Yusri Abdullah S.Sos (Foto:Ist)
Rubrik

* DR Amri SE MSi diminta tidak membuat penyataan tentang Al Muslim tanpa mendalami dan mengetahui permasalahan

Bireuen | Ada 15 Imum Mukim dari 4 Kecamatan beserta perwakilan Geuchik, Rabu kemarin mendatangi Yayasan Almuslim Peusangan.

Mereka dengan tegas menyampaikan sikap menolak penundaan Musyawarah Yayasan Almuslim-IX Tahun 2020. Alasan mereka, pembina bukan pemilik yayasan.

Nah, Yayasan Almuslim Peusangan merupakan lembaga tempat berdirinya Universitas Almuslim, salah satu perguruan tinggi swasta kebanggaan rakyat Bireuen.

Melalui siaran pers yang dikirim ke media ini. H. Muchlis Amus MSi menegaskan. Setelah Ketua pembina Yayasan Almuslim mengeluarkan SK (Surat Keputusan) Penundaan Penyelenggaraan musyawarah Almuslim ke IX Tahun 2020, para Mukim serta perwakilan Geuchik (Kades) dari 4 Kecamatan (Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka), menyatakan tidak dapat menerima keputusan penundaan tersebut.

Mereka menilai cacat Hukum. Mengingat masa bakti kepengurusan Yayasan Almuslim akan berakhir tanggal 21 November 2020. Ini sesuai mandat yang diberikan masyarakat dari 4 Kecamatan dimaksudkan dalam musyawarah ke-VIII tahun 2015 lalu,

"Kami (perwakilan) mendatangi kantor yayasan untuk menemui pembina serta ketua yayasan guna menyampaikan sebuah petisi terkait sikap. Pertanyaan kami, apa dasar hukumnya, sehingga ketua pembina mengeluarkan SK penundaan. Bukankah mereka hanya penerima mandat dari masyarakat yang akan berganti setiap 5 tahun masa berjalan," tulis H. Muchlis Amus MSi.

Katanya, pembina diwajibkan untuk menyampaikan laporan kepengurusan setiap 5 tahun sekali berdasarkan mandat yang yang diamanahkan masyarakat.

Keputusan tersebut tertuang dalam setiap forum musyawarah per lima tahun  serta disetujui para Mukim serta Geuchik dalam temu wicara dengan ketua dan pembina yayasan.

"Kami minta palaksanaan musyawarah disegerakan pengurus dan pembina tepat waktu, sebelum masa jabatan 2015-2020 berakhir beserta pertanggung jawaban yang jelas dan transparan dengan kaedah hukum pengelolaan, keuangan sebuah organisasi," tegas H. Muchlis Amus MSi.

Menurut dia, jika kewajiban pengurus priode 2015-2020 tidak melaksanakan tanggungjawab tersebut, maka pihaknya akan segera menempuh melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sebut Mukim Matang Geulumpang Baro ini.

Sementara Geuchik Suak, Bakhtiar mempertanyakan, kenapa SK dikeluarkan pada saat saat persiapan hampir rampung. Hal yang sama juga diutarakan mukim Matang Panyang, Mustafa Daud.

Begitu juga Geuchik Matang Mesjid, Abdurrahman Daud. Dia mengatakan, pembina bukanlah pemilik dari yayasan. Masyarakat dari 4 Kecamatan adalah pemilik sah Yayasan Almuslim Peusangan, itu yang sangat perlu diketahui pemegang mandat (pembina).

Dia juga mengkritik pernyataan DR Amri SE MSi, seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang juga orang dekat mantan Rektor Almuslim, Amiruddin Idris, Rabu (18/11/2020) melalui salah satu media online. 

"Sangat disayangkan, DR Amri SE MSi membuat penyataan tentang Al Muslim tanpa mendalami permasalahan, merupakan tidak berasas, selain tidak mengetahui asal muasal sejarah serta latar belakang Almuslim," tegas Abdurrahman Daud.

20201119-amri

DR Amri SE MSi (Foto: Ist)

Itu sebabnya, pernyataan DR Amri dinilai telah melukai hati banyak orang, terutama terhadap masyarakat yang memegang Hak kepemilikan yayasan Al Muslim.

"Mohon jangan asal membuat pernyataan jika hanya ingin popularitas dan pencitraan karib kerabat," kata para Mukim tadi.

Kadatangan Para Imum Mukim dan perwakilan Keuchik tersebut, disambut langsung Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, H Yusri Abdullah S.Sos serta Anwar Mahmud (Waka Pembina II) Mustafa Hasyim (Waka Pembina IV) Munawar Yusuf (Anggota Pengawas Yayasan). Termasuk Sovi Mangkuwita (Wakil Sekretaris Yayasan) serta Nasruddin yang juga anggota pengawas Yayasan Almuslim.

Sementara itu, media ini berhasilmengkonfirmasi Dr. Amri serta Pembina Yayasan Almuslim terkait masalah tersebut.***

Komentar

Loading...