Berharap Pilkada Aceh Dilaksanakan Sesuai UUPA

Muallimin Aceh Sumatera Desak Implementasi Butir MoU Helsinki Dituntaskan

Muallimin Aceh Sumatera Desak Implementasi Butir MoU Helsinki Dituntaskan
Komite Muallimin Aceh berfoto bersama usai kongres perdana di Kantor KPA wilayah Pasee, Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 5 April 2021 (Foto: antaranews.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
antaranews.com

Aceh Utara I Komite Muallimin Aceh mendesak pemerintah menuntaskan implementasi butir-butir perjanjian damai yang dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Muallimin Aceh Tgk Zulkarnaini sesuai kongres Muallimin Aceh Sumatera yang turut dihadiri Panglima GAM dan eks GAM Tripoli di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin.

"Kami meminta pemerintah pusat dapat menuntaskan visi damai antara GAM dan RI yang tertuang dalam butir-butir MoU Helsinki, agar perjanjian damai ini dapat terjaga dengan baik," kata pria yang akrab disapa Tgk Ni itu.

Menurut Tgk Ni, pertemuan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kembali terkait perjuangan panjang untuk kepentingan rakyat Aceh.

"Sejak perdamaian pada tahun 2005 silam dapat kita lihat bersama bahwa belum adanya upaya untuk menuntaskan poin-poin MoU Helsinki. Kami selaku pejuang GAM bertanggung jawab penuh kepada para syuhada Aceh dan rakyat Aceh," tegas Tgk Ni.

Tgk Zulkarnaini menjelaskan, kongres tersebut dilakukan untuk mencari solusi perdamaian agar perjanjian damai itu dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

"Dari hasil kongres hari, kita tetap mengambil langkah menjunjung tinggi perdamaian dengan menyerahkan secara resmi semua keluhan anggota kepada juru runding," tutup Tgk Ni.

Tak hanya itu, mantan elit Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Teungku Zulkarnaini alias Teungku Ni berharap pemerintah agar dapat melaksanakan Pilkada di Aceh, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) yang selama ini sudah lama berlaku di Aceh.

“Kami berharap Pilkada Aceh agar dapat dilaksanakan sebagaimana diatur dalam UUPA,” kata Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pasee Teungku Zulkarnaini di Aceh Utara, Minggu.

Penegasan ini ia sampaikan sesuai menggelar kegiatan zikir dan doa bersama mantan panglima GAM dan eks kombatan GAM Libya berlokasi di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, Desa Beuringen Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada di Aceh pada tahun 2022 merupakan sesuatu hal yang mutlak yang wajib dilaksanakan, sebagai ajang pesta demokrasi di Aceh yang sudah dijamin oleh undang-undang.

Ia juga menyatakan pelaksanaan Pilkada tahun 2022 di Aceh adalah sebuah keharusan yang harus dilaksanakan.

Terkait dengan alasan Pemerintah Aceh yang menyatakan tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan Pilkada Aceh pada tahun 2022, menurutnya hal tersebut tidak bisa dipercaya atau diterima secara akal sehat.

“Saya tidak percaya (pemerintah tidak punya uang),” katanya menegaskan. Ia juga berharap kalangan legislatif dan eksekutif di Aceh harus dapat melaksanakan Pilkada di Aceh sesuai dengan UUPA, katanya menegaskan.***


 

Komentar

Loading...