Raker Partai Aceh di Dataran Tinggi Gayo

Mualem: Tantangan Semakin Besar, Fokus Lahirkan Konsep Demi Kemajuan Partai

Mualem: Tantangan Semakin Besar, Fokus Lahirkan Konsep Demi Kemajuan Partai
Mualem (Foto: lintasnasional.com)

Banda Aceh I Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan. Saat ini dan masa datang, tantangan yang dihadapi Partai Aceh semakin kuat dan besar. Baik yang datang dari internal maupun eksternal. Terutama terhadap realisasi MoU Damai Helsinki dan UU No: 11/2006 tentang Pemerintah Aceh.

Karena itu, semua jajaran, mulai dari desa (gampong) hingga provinsi untuk fokus menghadapi  berbagai anasir tersebut.

Caranya, lebih solid, kompak serta tetap menjaga silaturrahmi sehingga menutup berbagai peluang  bagi para pihak yang ingin menghancurkan dan membunuh karakter Partai Aceh. Termasuk mengamputasi butir-butir MoU Helsinki dan kekhususan Aceh yang tertuang dalam UU No:11/2006, tentang Pemerintah Aceh.

“Ini adalah modal utama kita sejak dulu. Karena itu, saya minta kepada seluruh jajaran PA  untuk memegang teguh persaudaraan ini dalam satu jamaah yang utuh dan kuat. Bukan sebaliknya, perbedaan yang terjadi justeru menjadikan kita terpecah belah sehingga dengan mudah pihak luar melakukan propaganda,” kata Mualem.

Penegasan ini disampaikan Mualem pada media ini melalui sambungan telpon seluler, Selasa, 23 Maret 2021. Ini terkait pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) DPA PA dan Bimbingan Teknis (Bintek) anggota DPRA dan DPRK PA se-Aceh, tanggal 27-29 Maret 2021 di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

“Sebagai partai lokal terbesar di Aceh, kita tak pernah henti mendapat cobaan. Namun, kita tak boleh mundur dan patah semangat. Sebab, ada tanggungjawab besar yang harus kita wujudkan kepada rakyat Aceh. Terutama menjaga perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan,” sebut Mualem.

Begitupun katanya, semua misi itu tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, masih ada para pihak yang ingin Aceh tetap “konflik”. "Tentu kita tak boleh tinggal diam. Misi dan tujuan mereka adalah, ingin membunuh karakter Partai Aceh di mata rakyat Aceh sendiri,” tegas dia.

Nah, semua perbuatan tersebut ungkap Mualem, ada yang dilakukan pihak luar Aceh dengan memakai tangan oknum rakyat Aceh sendiri. Tapi, ada juga dari rakyat Aceh sendiri yang tidak puas dengan hasil yang telah kita capai saat ini,” kata dia.

“Salah satu contoh apa yang digembar gemborkan tanggal 26 Maret 2021 mendatang oleh seseorang atau sekelompok orang yang mengatasnamanya kombatan GAM. Tapi saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api jika tak mau terbakar. Kita (PA/KPA) diam bukan berarti tak memantau berbagai perjalanan pembangunan Aceh paska damai,” ujar Mualem.

Terkait pelaksanaan Raker dan Bintek. Mualem memberi pesan khusus. “Saya perintahkan semua jajaran (DPA, DPW PA serta anggota DPRA dan DPRK PA) wajib hadir sesuai undangan. Kecuali memang ada keperluan mendesak. Saya sudah minta kepada Sekjen Abu Razak dan panitia untuk benar-benar memantau peserta,” tegas Mualem.

"Jak ta peurame syedara tanyo dan tanoh Gayo ta peu mirah kali nyo (mari kita ramaikan saudara kita dan tanah Gayo kita merahkan kali ini)," ajak Mualem.

Sebaliknya, Mualem meminta kepada semua peserta untuk memaksimalkan pertemuan tersebut dengan menghasilkan berbagai program dan pokok pikiran yang cerdas, terukur dan terstruktur demi kemajuan partai serta memperbaiki nasib rakyat Aceh.

“Bek jak keudeh jak eh, aleuh nyan gadoh hana meuho (jangan pergi ke sana cuma tidur, kemudian hilang entah kemana),” kata Mualem kembali menegaskan.

Diakhir pendapatnya, Mualem memberi apresiasi kepada panitia pelaksana (OC) dan panitia pengarah (SC), termasuk jajaran DPA PA atas kerja keras dan sungguh-sungguh ini.

“Ini juga bagian dari evaluasi yang terus menerus dilakukan partai, baik pada tingkat DPA, DPW, DPRA maupun DPRK (kabupaten dan kota). Mari kita berdoa semoga Allah SWT meridhai niat baik ini dan tidak ada satu halangan pun” kata Mualem.***

Komentar

Loading...