Mualem: Tantangan Semakin Beragam, Kader PA Selalu Introspeksi Diri

Mualem: Tantangan Semakin Beragam, Kader PA Selalu Introspeksi Diri
Penyerahan bendera Partai Aceh (Foto: MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H. Muzakir Manaf (Mualem) meminta kepada seluruh kader, terutama politisi Partai Aceh, baik di DPR Aceh maupun DPRK se-Aceh, untuk selalu instropeksi diri dengan amanah yang telah diberikan rakyat dan partai.

Salah satunya dengan merawat dan menjaga dua kepercayaan  tadi. Sebab, tantangan yang dihadapi pada masa mendatang tidaklah mudah.

"Karena ada partai dan dipilih rakyat, maka saudara-saudara bisa menjadi wakil rakyat. Karena itu, jagalah amanat tersebut," tegas Mualem pada media ini, usai mengikuti acara pisah sambut, anggota DPR Aceh di Kantor DPA Partai Aceh, Batoh, Kota Banda Aceh, Minggu siang.

Menurut Mualem, ke depan tantangan yang dihadapi akan semakin besar dan beragam. Termasuk  berbagai pengaruh terhadap perilaku dan pola pikir masyarakat terhadap politisi partai politik. Semua itu tidak terlepas dari  perubahaan sikap yang juga dimainkan partai politik nasional (parnas) di Aceh.

"Jadi, itulah realita dan kenyataan yang kita hadapi. Satu-satunya cara adalah, kita harus tetap solid dan peka dengan persoalan dalam masyarakat. Ini menjadi penting agar PA tetap dicintai rakyat," ucap Mualem.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PA, H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) meminta politisi PA lebih intensif membangun komunikasi dan konsolidasi dengan partai.

Ini menjadi penting, sehingga apa pun persoalan dan perkembangan yang terjadi di parlemen, dapat sama-sama dibicarakan. Sinergitas ini menjadi penting sebagai pengawasan partai terhadap wakilnya di parlemen.

"Karena itu, seberat apapun persoalan di parlemen akan menjadi kecil jika kita bicarakan bersama. Makanya, bila ada masalah, kembalilah ke rumah partai. Di sini akan kita cara solusi terbaik," harap dia.

Itu sebabnya, mulai periode atau tahun ini, DPA Partai Aceh akan membuat buku panduan, mengenai tugas, peran dan fungsi wakil rakyat dengan partai. "Ini sedang digodok oleh tim yang telah kita bentuk," jelasnya.

Ketua Fraksi PA di DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Faraky mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak selama ini, khususnya DPA Partai Aceh dan seluruh kader partai ini.

Katanya, lima tahun berlalu, banyak tantangan yang dihadapi, terutama dari eksternal  karena muncul berbagai perbedaan pendapat. Begitupun, semua dapat diselesaikan dengan baik.

"Karena itu, untuk lima tahun mendatang kita berharap, kinerja anggota DPR Aceh dari PA dapat lebih baik dan maksimal serta pro rakyat," ucap politisi PA yang terpilih kembali pada Pileg 17 April 2019 lalu.

Ketua DPR Aceh sementara dan defenitif M. Dahlan Jamaluddin mengaku sepakat dengan rekannya tadi. Menurut dia, anggaran Aceh besar, namun Bumi Serambi Mekah ini belum mampu lepas dari kemiskinan dan pengangguran.

"Kita termiskin di Sumatera  dengan tingkat pengangguran yang tinggi pula. Ironis memang," ucapnya.

Karena itulah, dirinya dan 17 anggota  DPR Aceh dari PA meminta berbagai dukungan dan saran dari rakyat Aceh, khususnya pimpinan dan kader Partai Aceh. Terutama dari Ketua Tuha Peut Partai Aceh yang juga Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar.

Pertemuan berakhir dengan penyerahan 18 bendera PA dari Mualem kepada M. Dahlan Jamaluddin dan ditutup dengan doa bersama.***

 

Komentar

Loading...