Breaking News

Mualem Tandatangani Perjanjian Tuntutan Ulama Seluruh Aceh di Makam Syiah Kuala

Mualem Tandatangani Perjanjian Tuntutan Ulama Seluruh Aceh di Makam Syiah Kuala
(Azhari Usman/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 5, H. Muzakir Manaf -  TA Khalid menghadiri silaturahmi dan zikir akbar serta penandatanganan pernyataan sikap Mualem tentang 12 butir tuntutan ulama se-Aceh di kompleks makam Syekh Abdurrauf As-Singkily (Syiah Kuala) di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, 9 Februari 2017.

Sebelum acara penandatanganan itu, dalam sambutannya Mualem berterimasih telah didukung oleh ulama, khususnya ulama Ahli Sunnah Waljamaah (Aswaja). Ia berjanji akan melanjutkan penegakan hukum syariat Islam di Aceh harus sesuai dengan aqidah Aswaja.

“Mulai dari mesjid Baiturrahman Banda Aceh hingga semua mesjid yang ada di Aceh harus menjalankan aturan yang di atur dalam Aswaja”, kata Mualem. Untuk itu Mualem berjanji jika terpilih menjadi Gubernur Aceh nantinya, maka program 100 hari kerja akan mendorong untuk diqanunkan aliran yang boleh ada di Aceh hanya aliran yang bermazhab Imam Syafi'i atau lebih dikenal dengan Aswaja.

Masih kata Mualem, bagi dirinya Aswaja bukanlah hal yang baru, karena pada tahun 2015 yang lalu ditempat yang sama dirinya juga telah menandatangani perjanjian sikap yang di ajukan oleh Aswaja. 

"Dulu saya pernah tandatangani perjanjian itu, tapi saya masih wakil gubernur", terang Mualem.  Ia juga mengakui kalau wakil gubernur susah dalam mengambil keputusan.

“Untuk apa ditandatangani saja, kalau saya tidak punya kekuatan untuk menjalankannya", kata Mualem. Untuk itu ia mengharapkan semua lapisan masyarakat mendukung dirinya menjadi Gubernur Aceh, sehingga bisa menegakkan aqidah yang sesuai yang dianut Nabi Muhammdad, SAW yaitu Aswaja. 

Sementara itu calon Wakil Gubernur Aceh TA Khalid mengatakan komitmen paslon calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 5 jelas yaitu berdiri terdepan dalam penegakan aqidah Islam di Aceh sesuai Aswaja. TA Khalid pun meminta masyarakat jangan ragu untuk memberi dukungannya.

“Kami ini pengikut Aswaja, jadi masyarakat jangan ragu lagi dengan kami", kata TA Khalid. Ia juga menyinggung isu yang berkembang bahwa ulama jangan berpolitik. "Siapa bilang ulama tidak boleh berpolitik, kalau ulama tidak boleh berpolitik, maka negeri ini akan dikuasai oleh orang yang zalim dan kalau sudah dikuasai oleh orang zalim maka negeri ini akan hancur”, sebut mantan Ketua DPRK Lhoksemawe itu.

Masih kata TA Khalid, baginya pemerintah tidak boleh mengintervensi ulama, namun ulama boleh mengintervensi pemerintahan. Karena dalam menjalankan pemerintahan pemimpin harus diawasi oleh ulama. Untuk itu ia meminta kalau nantinya menang dalam Pilkada Aceh, maka akan melibatkan ulama dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat Aceh.

Ia juga mendorong ulama Aceh harus yang menjadi anggota DPRK, DPRA bahkan DPR RI sehingga ada perwakilan di sana dan kepentingan ulama dapat terealisasi.

Sebelumnya ulama seluruh Aceh yang diwakili Abati H. Muslem Kamaruddin mengatakan, kelompok Aswaja itu terbentuk dari ulama-ulama seluruh Aceh yang menjalankan aqidah sesuai dijalankan Nabi Muhammad, SAW. Namun kelompoknya juga ingin menjalankan aqidah Aswaja untuk seluruh rakyat Aceh, maka dari itu lanjut Muslem Kamaruddin yang mampu mengimplementasikan Aswaja untuk menggema seluruh Aceh hanyalah Mualem.

“Kami melihat calon pemimpin itu bukan dengan mata, tetapi dengan hati maka hati kami melihat hanya Mualem yang mampu menjalankan itu semua”, tegas Muslem Kamaruddin. ***

Komentar

Loading...