Halal Bi Halal Koalisi Aceh Bermartabat

Mualem: Jangan Sekali-Kali Seperti Pagar Makan Tanaman

Mualem: Jangan Sekali-Kali Seperti Pagar Makan Tanaman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejumlah pimpinan partai politik lokal dan nasional yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), mengadakan Halal bi Halal.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh pimpinan parpol dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) koalisi KAB, di Hotel Hermes Palace, Minggu malam (21/6/2020).

KAB terdiri dari tujuh (7) partai politik (parpol), yaitu Partai Aceh (PA), Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai SIRA serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Ketujuh pimpinan parpol yang hadir, yakni H. Muzakir Manaf (PA), TA. Khalid (Gerindra), T. Hasbullah HD (PAN), Ustadz Ghufran Zainal Abidin (PKS), Samsul Bahri (PNA), Muhammad Nazar (SIRA), Hendri Yono (PKPI).

Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, yang juga selaku ketua panitia dalam laporannya menyebut. Halal bi Halal yang diadakan tersebut dalam rangka memperingati bulan Syawal.

Selain itu, pada pertemuan ini juga membahas berbagai perkembangan sosial, politik, dan ekonomi Aceh terkini.

Dahlan mengatakan,  seluruh anggota DPR Aceh dari KAB akan memperoleh masukan dan saran konstruktif, guna menghasilkan kebijakan-kebijakan yang baik demi pembangunan Aceh.

"Masih banyak agenda-agenda dan PR (pekerjaan rumah) yang belum terlaksana dengan baik, untuk kita kami mengharapkan dukungan dan perhatian, serta arahan dari pimpinan partai politik, agar agenda politik dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan mendapat hati masyarakat Aceh," kata Dahlan dalam laporannya.

Koordinator KAB H. Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyampaikan, anggota DPR Aceh dari koalisi KAB harus mampu menciptakan suasana kesejahteraan bagi 5 (lima) juta rakyat Aceh. Caranya, dengan memberikan perhatian serius untuk rakyat, dan juga harus mampu mengayomi Pemerintah Aceh.

Mualem juga menyebut, dalam KAB baik antara sesama pimpinan parpol, maupun sesama fraksi partai di dalam parlemen Aceh, bahkan tidak boleh saling mencurigai. Hal ini guna menghindari perpecahan antar sesama KAB.

"Masing-masing kita punya kebun, dan setiap kebun ada penjaganya yaitu fraksi. Dan setiap fraksi ada pagarnya. Jangan sekali-kali pagar memakan tanamannya," tegas Mualem bertamsil.

"Mudah-mudahan kebun ini masih bisa kita siram dengan penuh air, baja, atau pupuk. Kita harapkan tidak ada saling curiga diantara kita," tambahnya lagi.

Pada kegiatan tersebut, turut membicarakan berbagai perkembangan sosial, politik, dan ekonomi Aceh terkini antara para ketua parpol dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) unsur KAB. Termasuk perjalanan Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.***

Komentar

Loading...