Empat Hari Setelah Peristiwa

Motif Kematian Bripka Fahrul Masih Misteri

Motif Kematian Bripka Fahrul Masih Misteri
Almarhum Brikpa Fahrul (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)
Rubrik

Lhokseumawe | Bripka Fahrul (37), seorang anggota Polsek Dewantara, Kabupaten Aceh, sudah empat hari (Senin, 23 November 2020) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Dusun A , Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Begitupun, hingga kini jajaran Polres Kota Lhokseumawe belum dapat memastikan motif dibalik kematian tersebut. Apakah benar karena bunuh diri, dibunuh atau masalah pribadi serta keluarga.

Berbeda dengan kasus atau perkara lainnya, jajaran tim penyidik di kota itu memang dikenal cepat dan tepat dalam mengungkapnya. Itu sebabnya muncul kesan ada yang “disembunyikan”.

Alibi semakin mengarah, sebab saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tergantung.

“Sebenarnya gampang saja, kalau memang benar bunuh diri, pasti ada cairan sperma yang keluar dari kemaluannya. Selain itu, lidah menjulur ke luar. Ini lazim ditemui pada kasus bunuh diri,” ungkap seorang sumber di Lhokseumawe.

Bila tidak, penyidik di Polres Lhokseumawe harus menyampaikan kepada publik melalui media pers, sehingga tidak menimbulkan beragam praduga di masyrakat. Maklum, korban adalah anggota kepolisian sehingga menyita perhatian masyarakat.

Bisa jadi, karena masih berkabung atau indikasi internal lain sehingga tidak untuk diungkap ke media pers.

Dihubungi media ini, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, SIk melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Prasetya juga tak memberi keterangan. Bahkan, beberapa pesan singkat  yang dikirim melalui pesan WhatsApp (WA) juga tak berbalas.

Hanya satu pesan yang diterima melalui Kasubag Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarasy SH. MM. “Mohon waktu Bang,” katanya singkat. Begitu sulitkah?

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin, 23 November 2020, Bripka Fahrul, sekira pukul 06.45 WIB, ditemukan tewas dengan posisi gantung diri di rumahnya, Dusun A Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Peristiwa diketahui setelah Keuchik (kepala desa) setempat Arifin Rusli, melintas di belakang rumah almarhum di Komplek Griya Kana Meugah, Dusun A, Gampong Meunasah Panggoi.

Ketika itu, dia melihat Bripka Fahrul sudah tidak bernyawa dengan posisi gantung diri, menggunakan kain batik di ventilasi pintu belakang rumahnya.

Lalu, Arifin Rusli memberitahukan kejadian ini pada tetangga sebelah rumah almarhum untuk segera dilaporkan ke Polsek Muara Satu dan Polres Lhokseumawe.***

Komentar

Loading...