Mosi Tak Percaya Dikirim, Ini Tanggapan Rektor ISBI Aceh Dr. Ahmad Akmal

Mosi Tak Percaya Dikirim, Ini Tanggapan Rektor ISBI Aceh Dr. Ahmad Akmal
Penulis
Rubrik

 Aceh Besar I Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Dr. Ahmad Akmal menanggapai santai surat mosi tak percaya yang dialamatkan pada dirinya oleh 29 dosen ISBI Aceh. “Betul saya sudah menerima surat itu, untuk apa sih ini dilakukan, saya menganggap ini biasa saja,” ujar  Ahmad pada MODUSACEH.CO, melalui saluran telepon, Kamis, (01/06/17).

Kata Ahmad, tentu apa yang dituduhkan para dosen kepada dirinya tidaklah benar. Katanya, para dosen ini ingin semua berjalan dengan cepat dan tidak mengetahui bagaimana usaha yang telah dilakukan dirinya dalam memajukan ISBI Aceh. “Mereka itu tidak bersabar, yang mereka permasalahkan menyangkut Nomor Induk Dosen (NID). Kita sudah mengupayakan pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), tinggal kita tunggu saja,” jelas Ahmad. Dia juga membantah telah menjalankan sistem  secara nepotisme di ISBI Aceh. Menurutnya tak ada keluarganya yang bekerja di ISBI Aceh, karena semua dosen dan staf dilakukan perekrutan di ISBI Padang Panjang, Padang (Sumatera Barat). “Yang saya jalankan itu sistem kekeluargaan, bukan saudara saya yang bekerja di sini,” ungkap Ahmad.

Ia juga mengatakan, telah bekerja dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Aceh dengan baik. Sebut dia, semua fasilitas yang dianggap perlu selalu dibicarakan dengan kedua instansi itu. ”Semua persoalan kita komunikasi kok,” ujarnya. Ahmad juga meminta kepada seluruh dosen yang telah mengirikan surat mosi tidak percaya terhadap dirinya, untuk mau membicarakan kembali secara baik-baik. “Mari kita duduk bersama, kita pikirkan kemajuan ISBI ini secara bersama-sama, hingga membanggakan bagi masyarakat Aceh,” harap Ahmad.***

 

Komentar

Loading...